Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Saturday, April 25, 2020

Sekarang Belajar Online Bisa di Akses Secara Gratis Dengan Provider ini


Sekarang kamu bisa belajar di rumah dengan tenang dengan adanya fitur menarik yakni gratis kuota 30 GB diakses selama 30 hari. Kamu bisa belajar dirumah dengan tenang tanpa khawatir menghabiskan kuota dengan biaya mahal. Tapi sekarang kamu jangan khawatir lagi dengan adanya fitur menarik dari salah satu provider kuning yaitu Indosat.

Indosat sudah memberikan akses gratis untuk mengakses beberapa situs diantaranya ruang guru, Quipper, Rumah belajar dan lain-lain. Bagi para pelajar atau mahasiswa yang masih menginjak di pendidikan pastinya sangat diuntungkan dengan adanya tawaran dari salah satu provieder ini. Mengapa diuntungkan? karena mereka dengan adanya fitur tersebut bisa mengakses belajar online dengan gratis.
Bagi mahasiswa atau pun mahasiswi khususnya dari IAIN Kudus, bisa mengakses E-learning IAIN Kudus dengan gratis tanpa dipungut biaya Rp. 0. Langsung saja daripada lama-lama ke tutorial untuk dapat Free Access E-learning IAIN Kudus.

Tutorial untuk dapat Free Access E-learning IAIN Kudus

  1. Unduh dan Install aplikasi MyIM3 terlebih dahulu
  2. Login menggunakan nomor IM3 Oredoo atau Email
  3. Setelah berhasil login, maka akan melihat penawaran "Program Belajar di Rumah"
  4. Selanjutnya, menuju halaman Program Belajar di Rumah
  5. Pilih tombol "Beli"
  6. Lalu tombol "Beli Sekarang"
  7. Selanjutnya, pilih metode pembayaran dengan "Saldo Rp. 0" (harga paket)
  8. Tahap terakhir, pilih tombol "Bayar untuk konfirmasi"
  9. Selesai

Setelah melakukan pembelian Program Belajar di Rumah dengan gratis, maka silahkan bisa mengakses E-learning IAIN Kudus, dengan cara; 
Selamat mencoba, selamat menikmati belajar kalian. 
#Dirumahaja

Thursday, January 16, 2020

Makalah Bentuk Lembaga Pendidikan Islam



BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Pendidikan Islam dikenal sejak zaman Nabi sampai sekarang. Pendidikan Islam di Indonesia telah berlangsung sejak masuknya Islam ke Indonesia. Hakikat pendidikan adalah pembentukan manusia kearah yang dicita-citakan. Dengan demikian pendidikan Islam adalah proses pembentukan manusia kearah yang sesuai dengan ajaran agama Islam dengan berpedoman al-Qur’an dan hadis.  

Lembaga pendidikan Islam sendiri merupakan institusi, badan atau yayasan yang dibentuk untuk keperluan pendidikan dan sarana menanamkan nilai-nilai agama Islam. Lembaga pendidikan saat ini sangat mutlak keberadaannya bagi kelancaran proses pendidikan, khususnya di Indonesia. Apalagi lembaga pendidikan itu dikaitkan dengan konsep Islam, lembaga pendidikan Islam merupakan suatu wadah dimana  pendidikan dalam ruang lingkup keIslaman melaksanakan tugasnya demi tercapainya cita-cita umat Islam. 

Masjid atau langgar, pondok pesantren dan madrasah merupakan lembaga-lembaga pendidikan Islam, yang memiliki peranan penting yaitu mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, berakhlak mulia dan memiliki aqidah Islam yang kuat. Dengan adanya lembaga pendidikan Islam manusia dapat mengamalkan hal-hal yang baik sesuai dengan syariat agama Islam.

B.Rumusan Masalah
1.Bagaimana bentuk lembaga pendidikan masjid atau langgar?
2.Bagaimana bentuk lembaga pendidikan pesantren?
3.Bagaimana bentuk lembaga pendidikan madrasah?

C.Tujuan Penulisan
1.Untuk mengetahui bentuk lembaga pendidikan masjid atau langgar.
2.Untuk mengetahui bentuk lembaga pendidikan pesantren.
3.Untuk mengetahui bentuk lembaga pendidikan madrasah.



BAB II
PEMBAHASAN

A.Lembaga Pendidikan Masjid atau Langgar
Secara harfiah masjid diartikan sebagai tempat duduk atau setiap tempat yang dipergunakan untuk ibadah. Masjid adalah tempat salat berjamaah atau tempat salat untuk umum (orang banyak).
Masjid memegang peranan penting dalam penyelenggaraan pendidikan Islami. Karena itu masjid atau langgar merupakan sarana yang pokok dan mutlak bagi perkembangan masyarakat Islam. Pada dasarnya masjid atau langgar mempunyai fungsi yang tidak terlepas dari kehidupan keluarga. Sebagai lembaga pendidikan, berfungsi sebagai penyempurna pendidikan keluarga, agar selanjutnya mampu melaksanakan tugas-tugas hidup dalam masyarakat dan lingkungannya. Pada mulanya pendidikan di masjid atau langgar, dalam arti sederhana dapat dikatan sebagai lembaga pendidikan formal sekaligus lembaga pendidikan sosial.   

Pendidikan di masjid atau langgar dimulai dari mempelajari abjad huruf Arab atau kadang-kadang langsung mengikuti guru dalam menirukan ayat-ayat yang telah dibaca dari al-Qur’an. Pendidikan di masjid atau langgar dikelola oleh seorang petugas disebut amil, modil atau lebai (Sumatra) yang mempunyai tugas ganda, yaitu memberikan doa pada waktu upacara keluarga atau desa dan berfungsi sebagai guru. Pelajaran biasanya diberikan pada pagi atau petang hari selama satu sampai dua jam. Pelajaran memerlukan waktu selama beberapa bulan, tetapi pada umumnya sekitar satu tahun.

Oleh karena itu, implikasi masjid sebagai lembaga pendidikan Islam adalah sebagai berikut:
1.Mendidik anak untuk tetap  beribadah kepada Allah swt.
2.Menanamkan rasa cinta kepda ilmu pengetahuan, solidaritas sosial serta menyadarkan hak-hak dan kewajiban-kewajibannya sebagai insan, pribadi, sosial dan warga negara.
3.Memberi rasa ketentraman, kekuatan dan kemakmuran potensi-potensi rohani manusia melalui pendidikan, kesabaran, keberanian, kesadaran, perenungan, optimisme dan pengadaan penelitian. 




Silahkan bisa mengunduh file pdf dengan klik tombol dibawah ini.

Makalah Kejayaan Pendidikan Islam Di Andalusia, Dinasti Fatimiyah Dan Turki Utsmani



BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang 
Dalam perjalanan sejarah Islam, pendidikan Islam mengalami kejayaan dan kegemilangan yang sangat pesat. Kejayaan yang dicapai umat Islam pada saat itu telah mengukir sejarah yang dikenal dengan zaman keemasan Islam, yang meliputi segala bidang, terutama ilmu pengetahuan, ekonomi dan administrasi pemerintahan. Ditandai dengan tumbuh subur lembaga-lembaga pendidikan Islam, eksisnya majelis-majelis yang membahas berbagi ilmu pengetahuan, munculnya ulama-ulama dan para ilmuwan yang terintegrasi dalam dirinya sebagai seorang ilmuwan sekaligus sebagai ulama terintegrasi ilmu umum dan agama. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut yaitu faktor dari dalam ajaran Islam itu sendiri yang mendorong manusia untuk menuntut ilmu, adanya usaha-usaha penterjemah ilmu pengetahuan ke dalam bahasa Arab, pemerintah atau khalifah yang memiliki perhatian besar terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan tersedianya fasilitas-fasilitas yang mendukung. 

B.Rumusan Masalah
1.Bagaimana kejayaan pendidikan Islam di Andalusia?
2.Bagaimana kejayaan pendidikan Islam pada masa Dinasti Fatimiyah?
3.Bagaimana kejayaan pendidikan Islam pada masa Turki Utsmani?

C.Tujuan Penulisan
1.Untuk mengetahui kejayaan pendidikan Islam di Andalusia.
2.Untuk mengetahui kejayaan pendidikan Islam pada masa Dinasti Fatimiyah.
3.Untuk mengetahui kejayaan pendidikan Islam pada masa Turki Utsmani.



BAB II
PEMBAHASAN

A.Kejayaan Pendidikan Islam di Andalusia
Masuknya Islam di Spanyol atau Andalusia pada sekitar permulaan abad ke 8 M, telah membuka cakrawala baru dalam sejarah Islam. Dalam rentang waktu selama kurang lebih tujuh setengah abad, umat Islam di Spanyol telah mencapai kemajuan yang pesat, baik di bidang ilmu pengetahuan maupun kebudayaan. 

Minat umat Islam terhadap ilmu pengetahuan, pendidikan serta filsafat dikembangkan pada abad ke-9 M pada masa khalifah yang kelima yakni Muhammad bin Abd Al-Rahman. Berdasarkan literatur-literatur yang membahas sejarah pendidikan dan sejarah peradaban Islam secara garis besar pendidikan Islam di Spanyol atau Andalusia terbagi pada 2 bagian yaitu: 

1.Kuttab
Kuttab atau maktab, berasal dari kata kataba yang berarti menulis atau tempat menulis. Jadi kataba adalah tempat belajar menulis. Pada mulanya, diawal perkembangan Islam kuttab tersebut dilaksanakan di rumah guru-guru yang bersangkutan dan diajarkan semata-mata menulis dan membaca. Kemudian timbul jenis kuttab, yang disamping memberikan pelajaran menulis dan membaca, juga mengajarkan membaca Alquran dan pokok ajaran agama dan pengetahuan-pengetahuan dasar lainnya.  Pada lembaga ini para siswa mempelajari beberapa ilmu meliputi fiqih, bahasa sastra, musik dan kesenian.




Silahkan bagi yang ingin lebih lengkapnya bisa mengunduh file pdf dengan klik tombol dibawah ini.

Makalah Belajar dan Motivasi Belajar



BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Dewasa ini sering kita lihat banyak anak-anak yang mengalami kemunduran dan kesulitan dalam belajar. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu dari faktor eksternal yang mempengaruhi dalam proses dalam pembelajarana adalah kurangnya motivasi belajar.

Motivasi merupakan suatu penggerak hati seseorang untuk melakukan atau mencapai sesuatu tujuan. Motivasi belajar anak didik merupakan hal yang amat penting bagi pencapaian kinerja atau prestasi bagi anak didik. Motivasi juga merupakan kekuatan yang mendorong dan mengarahkan keberhasilan prilaku yang tetap kearah tujuan tertentu. Motivasi bisa berasal dari dalam diri sendiri atau juga dari luar dirinya sendiri.

Motivasi mempunyai peranan yang strategis dalam aktivitas belajar seseorang. Tidak ada seorang pun belajar tanpa motivasi. Tidak ada motivasi berarti tidak ada kegiatan belajar. Agar peranan motivasi lebih optimal, maka prinsip-prinsip motivasi dalam belajar tidak hanya diketahui, tetapi juga harus diterapkan dan diterangkan dalam aktivitas belajar mengajar. Dengan demikian sebuah motivasi itu sangat dibutuhkan dalam pembelajaran bagi anak didik, dan pada makalah kami membahas tentang memotivasi belajar.

B.Rumusan Masalah
1.Apa pengertian belajar dan motivasi belajar?
2.Apa saja teori motivasi?
3.Bagaimana cara memotivasi?

C.Tujuan Penulisan
1.Untuk mengetahui pengertian belajar dan motivasi belajar.
2.Untuk mengetahui teori-teori motivasi.
3.Untuk mengetahui cara-cara memotivasi.



BAB II
PEMBAHASAN

A.Pengertian Belajar dan Motivasi Belajar
Belajar adalah key term, ‘istilah kunci’ yang paling vital dalam setiap usaha pendidikan, sehingga tanpa belajar sesungguhnya tak pernah ada pendidikan. karena demikian pentingnya arti belajar, maka bagian terbesar upaya riset dan eksperimen psikologi belajar pun diarahkan pada tercapainya pemahaman yang lebih luas dan mendalam mengenai proses perubahan manusia itu. Belajar yaitu setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai hasil dari latihan dan pengalaman. Atau belajar adalah perubahan kepribadian sebagai pola baru yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian atau suatu pengertian.  

Menurut Kompri belajar merupakan komponen ilmu pendidikan yang berkenaan dengan tujuan dan bahan acuan interaksi, baik yang bersifat eksplisit maupun implisit (tersembunyi). 

Setiap aktivitas manusia pada dasarnya dilandasi oleh adanya dorongan untuk mencapai tujuan atau terpenuhinya kebutuhan. Adanya daya pendorong ini disebut motivasi. Dalam beberapa terminologi, motivasi dinyatakan sebagai suatu kebutuhan (needs), keinginan (want), gerak hati (impuls), naluri (instincts), dan dorongan (drive), yaitu sesuatu yang memaksa organisme manusia untuk berbuat atau bertindak.

Menurut Sudarwan motivasi diartikan sebagai kekuatan, dorongan, kebutuhan, semangat, tekanan atau mekanisme psikologis yang mendorong seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai prestasi tertentu sesuai dengan apa yang dikehendakinya.


Silahkan yang ingin mengunduh file pdf dengan klik tombol dibawah ini.

Wednesday, January 15, 2020

Makalah Konsep Tafsir Tarbawi dan Urgensinya Bagi Pendidikan Islam


BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Alquran diturunkan oleh Allah swt. melalui perantaraan Malaikat Jibril. Alquran diyakini oleh ummat Islam sebagai kalamullah (firman Allah swt.) yang mutlak benar, berlaku sepanjang zaman dan mengandung ajaran dan petunjuk tentang berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia di dunia ini di akhirat nanti. Ajaran dan petunjuk Alquran tersebut berkaitan dengan berbagai konsep yang amat dibutuhkan oleh manusia dalam mengurangi kehidupannya di dunia ini dan akhirat kelak.
Alquran berbicara tentang pokok-pokok ajaran tentang Tuhan,Rasul, kejadian dan sikap manusia, alam jagat raya, akhirat, akal dan nafsu, ilmu pengetahuan, amar ma’ruf nahi mungkar, pembinaan generasi muda, kerukunan hidup antar umat beragama, pembinaan masyarakat dan penegakan disiplin. Untuk dapat memahami ajaran Alquran tentang berbagai masalah tersebut mau tidak mau seseorang harus melewati jalur tafsir sebagaimana telah dilakukan oleh para ulama. Selain itu seseorang yang ingin menafsirkan Alquran juga perlu mengetahui Ilmu Bahasa Arab dengan berbagai cabangnya, ilmu istinbath al-hukum, ilmu fiqh, ilmu-ilmu bantuan lainnya, serta harus memiliki akhlak yang Islami. 

B.Rumusan Masalah
1.Bagaimana pengertian Tafsir Tarbawi?
2.Bagaimana konsep Tafsir Tarbawi?
3.Bagaimana urgensi Tafsir Tarbawi bagi pendidikan Islam?

C.Tujuan Penulisan
1.Untuk mengetahui pengertian Tafsir Tarbawi.
2.Untuk mengetahui konsep Tafsir Tarbawi.
3.Untuk mengetahui urgensi Tafsir Tarbawi bagi pendidikan Islam.



BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Tafsir Tarbawi
Allah swt. menurunkan Alquran untuk dibaca, dihayati (tadabbur), diyakini kebenaran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.  Alquran merupakan kitab suci yang diakui keuniversalan dan kebenarannya yang sekaligus menjadi pedoman dalam bersikap dan berperilaku oleh umat Islam hingga hari akhir. Alquran sebagai kitab suci memberikan sajian pedoman untuk membimbing dan mengajak umat manusia menuju kebaikan dalam kehidupan melalui dialog yang sesuai dengan strata dan kemampuan masing-masing. Namun, kesemuanyaikut merasa memiliki dan mengambil isi serta petunjuk yang disajikan dalam Alquran. Melalui ayat-ayat yang tersaji tersebut, Alquran berupaya untuk menunjukkan tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan.  Oleh karena itu, Alquran sering menyifati dirinya sebagai petunjuk (huda), rahmat, peringatan (al-dzikr), nasehat (mau’idzah) dan lain-lain. 

Tidaklah sesuatu yang baru jika dalam memahami Alquran muncul berbagai pendekatan yang dikenal dengan istilah tafsir. Dalam dunia tafsir, selanjutnya muncul beberapa terminologi perdekatan dengan berbagai variasi disiplin ilmu yang beragam. Pada abad awal dunia Islam, ilmu tafsir merupakan terminologi tunggal yang ideal untuk memaknai Alquran yang berpredikat sebagai proper noun of understanding Alquran (memayungi nama-nama disiplin keilmuan yang berhubungan dengan Alquran). 

Tafsir tarbawi yang merupakan ijtihad akademisi tafsir berupaya untuk mendekati Alquran melalui sudut pandang pendidikan, baik dari segi teoritik maupun praktik. Ijtihad ini dimaksudkan agar dapat membentuk paradigma tentang konsep pendidikan yang berlandaskan pada Alquran. Latar belakang munculnya tafsir tarbawi yaitu untuk memenuhi kebutuhan dalam pengayaan kurikulum lokal atau kurikulum nasional. Melalui tafsir tarbawi yang tersaji dalam kurikulum, diharapkan mampu mengembalikan paradigma pendidikan kepada sumber ajaran Islam yaitu Alquran dan hadis dan mampu untuk diimplementasikan sebagai nilai-nilai dasar dalam pendidikan. Untuk memenuhi harapan tersebut, lahirlah disiplin tafsir yang berhubungan dengan pendidikan yang kemudian disebut tafsir tarbawi.




Silahkan bagi yang ingin mengunduh file pdfnya dengan lengkap dengan klik dibawah ini.

Tuesday, January 14, 2020

Makalah Memahami Hadits Bukhori 1424




A. Pendahuluan
Ibadah haji adalah penyempurnaan dari rukun islam yang kelima bagi kaum muslimin dan kewajiban ini berlaku sepanjang hidupnya. Ibadah ini memerlukan persyaratan-persyaratan yang tidak dapat di penuhi oleh semua orang, sehingga kewajiban ini hanya berlaku bagi kaum muslmin yang memiliki kemampuan untuk melaksanakannya.

Mengingat pentingnya ibadah haji ini bagi kaum muslimin yang telah diberi kemampuan untuk melaksanakannya, Rasulullah saw. sampai memberi peringatan keras kepada kaum muslimin yang enggan melaksakanakannya, yakni mereka dipersilahkan mati secara Yahudi atau Nasrani, bukan secara Islam sebagai pengikut beliau. Beliau saw. tidak mau  mengakui mereka sebagai pengikut atau umatnya.

Oleh karena itu, marilah kita melaksanakan tugas mulia tersebut dengan sebaik-baiknya dan penuh semangat mempelajari ilmu manasik haji secara complete dan mendalam. Karna didalam ibadah haji terkandung banyak sekali rahasia dan hikmah yang sangat perlu diketahui, agar dapat kita hayati kemudian merasakan manfaatnya demi meraih kebahagiaan hidup didunia dan diakhirat. 


B. Pembahasan
1.Kritik Historis / Kritik Sanad
Kritik sanad merupakan kritik ekstern. Sebagai bagian dari naqd al-hadits, naqd as-sanad merupakan ilmu yang secara spesifik memfokuskan bahasan dan penelitian pada keberadaan para periwayat atau transmitter hadis. Dalam disiplin ilmu kritik hadis dikenal dua metode; kritik ekstern (an-naqd al-khariji) dan kritik intern (an-naqd ad-dakhili). Maksud dari kritik ektern ialah kritik sanad. 

Berdasarkan pada terminologi kritik yang digunakan dalam ilmu hadis, secara sederhana dapat dipahami bahwa penyeleksian dimasud ditekankan pada aspek sanadnya. Sehingga dari kajian tersebut melahirkan istilah sahih al-isnad dan dha’if al-isnad. Istilah pertama, mengandung arti bahwa seluruh jajaran perawi dalam suatu hadis berkualitas shahih, di samping juga adanya kebersambungan sanad, serta terbebas dari kerancuan (syadz) dan cacat (‘illat). Sedangkan istilah kedua, mengacu kepada pemahaman bahwa salah satu atau beberapa jajaran periwayatnya berkualitas dha’if, atau bisa jadi karena tidak memenuhi kriteria keshahihan isinya. 

Adapun yang akan menjadi pokok pembahasan dari makalah ini yaitu hadis Bukhori nomor 1424 yang termasuk dalam bab haji مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ, yang selengkapnya berbunyi:

حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا سَيَّارٌ أَبُو الْحَكَمِ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا حَازِمٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ



Silahkan yang ingin lebih lengkapnya bisa mengunduhnya dengan klik tombol di bawah ini.

Makalah Manusia Sebagai Peserta Didik dan Khalifah Allah di Bumi




BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Pemikiran tentang hakikat manusia telah dimulai sejak zaman dahulu dan terus berlangsung sampai saat ini. Pemikiran tentang hakikat manusia belum berakhir dan tidak akan pernah berakhir. Ternyata orang menyelidiki manusia dalam alam semesta merupakan bagian yang amat penting karena dengan uraian ini dapat diketahui dengan jelas tentang potensi yang dimiliki manusia serta peranan yang harus dilakukan dalam alam semesta. 

Uraian tentang kedudukan manusia dalam alam semesta dan hubunganya dengan filsafat pendidikan Islam, merupakan bagian yang amat penting, karena dengan uraian ini dapat diketahui dengan jelas tentang potensi yang dimiliki manusia serta peranan yang harus dilakukannya dalam alam semesta. Uraian ini selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar bagi perumusan tujuan pendidikan, pendekatan yang harus ditempuh dalam proses pembelajaran serta aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam pendidikan. Selain itu uraian ini juga penting dilakukan karena manusia dalam kegiatan pendidikan merupakan subjek dan objek yang terlibat di dalamnya. Tanpa ada kejelasan konsep tentang manusia ini, maka akan sulit ditentukan arah yang akan dituju dalam pendidikan. 

Berdasarkan pada pemikiran tersebut, maka pembahasan dalam bab ini akan diarahkan kepada dua hal, yaitu 1) Pembahasan tentang manusia sebagai peserta didik, 2) Kedudukan manusia sebagai khalifah di bumi.

B.Rumusan Masalah
1.Bagaimana peran manusia sebagai peserta didik?
2.Bagaimana peran manusia sebagai khalifah Allah di bumi?

C.Tujuan Penulisan
1.Untuk mengetahui peran manusia sebagai peserta didik.
2.Untuk mengetahui peran manusia sebagai khalifah Allah di bumi.
 


BAB II
PEMBAHASAN

A.Manusia Sebagai Peserta Didik
Dilihat dari segi kedudukannya, anak didik adalah makhluk yang sedang berada dalam proses perkembangan dan pertumbuhan menurut fitrahnya masing-masing. Mereka memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju ke arah titik optimal kemampuan fitrahnya. Dalam pandangan yang lebih modern, anak didik tidak hanya dianggap sebagai obyek atau sasaran pendidikan sebagaimana disebutkan di atas, melainkan juga harus diperlakukan sebagai subyek pendidikan. Hal ini antara lain dilakukan dengan cara melibatkan mereka dalam memecahkan masalah dalam proses belajar mengajar. 

Sebutan peserta didik adalah sebutan yang paling mutakhir. Istilah ini menekankan pentingnya murid berpartisipasi dalam peroses pembelajaran. Dalam sebutan ini aktivitas pelajar dalam proses pendidikan dianggap salah satu kata kunci. Jika kita persentasekan, kira-kira begini: pada pengajaran guru-murid kegiatan 100% pada guru, murid 0%, pada pengajaran guru-anak didik, mungkin 75% pada guru 25% pada anak didik, pada pengajaran guru-peserta didik, 50% pada guru 50% pada anak didik. Dalam pandangan paling mutakhir para ahli menghendaki murid mungkin biarlah guru berperan 0%. Jadi, perubahan istilah dari murid ke anak didik kemudian menjadi peserta didik, agaknya bermaksud memberikan perubahan pada peran pelajar dalam proses pembelajaran. 


Dalam bahasa Arab dikenal tiga istilah yang sering digunakan untuk menunjukkan pada anak didik kita. Tiga istilah tersebut adalah murid yang secara harfiah berarti orang yang menginginkan atau membutuhkan sesuatu; tilmidz (jamaknya) talamidz yang berarti murid dan thalib al-ilm yang menuntut ilmu, pelajar, atau mahasiswa. Ketiga istilah tersebut seluruhnya mengacu kepada seseorang yang tengah menempuh pendidikan. Perbedaannya hanya terletak pada penggunanya. Pada sekolah yang tingkatannya rendah seperti Sekolah dasar (SD) digunakan istilah murid dan tilmidz, sedangkan pada sekolah yang tingkatannya lebih tinggi seperti SLP, SLA, dan Perguruan Tinggi digunakan istilah thalib al-ilm. 


Silahkan yang ingin mengunduh file pdf bisa mengunduhnya dengan klik tombol dibawah ini.

Makalah Karakteristik dan Strategi Inovasi Pendidikan



BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu penentu dalam meningkatkan kemajuan suatu bangsa. Semakin baik kualitas pendidikan yang diselenggarakan oleh suatu bangsa, maka akan diikuti dengan semakin baiknya kualitas bangsa tersebut. Pendidikan memiliki peran yang sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan sumber daya manusia, suatu bangsa berpengaruh pada produktivitas dan kreativitas masyarakat. Melalui pendidikan manusia akan menjadi makhluk cerdas yang memiliki keterampilan dan keahlian, serta mampu menghadapi tantangan, perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Inovasi dalam dunia pendidikan perlu diadakan agar masyarakat suatu bangsa mampu bersaing dengan bangsa lain dalam era globalisasi.

Pentingnya pembaharuan (inovasi) diperlukan bukan hanya dibidang teknologi, melainkan juga di segala bidang, termasuk dalam bidang pendidikan, Pembaruan dalam bidang pendidikan diterapkan dalam berbagai jenjang pendidikan dan dalam setiap komponen sistem pendidikan. Setiap insan pendidikan perlu memahami dan dapat menerapkan inovasi-inovasi agar dapat mengembangkan pendidikan, baik pada proses pembelajaran yang kondusif sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal, maupun pada pengembangan kelembagaan. Hal ini karena kemajuan suatu lembaga pendidikan sangat berpengaruh pada output¬-nya sehingga mendatangkan pengakuan yang real dari siswa, orang tua, dan masyarakat.

Berdasarkan uraian diatas, untuk dapat melakukan pembaharuan (inovasi) dalam bidang pendidikan, maka perlunya untuk mengetahui karakteristik dan strategi inovasi pendidikan. Karakteristik dan strategi inovasi pendidikan berperan penting dalam dunia pendidikan yang menjadi tujuan dari sebuah inovasi dapat terwujud. Dalam dunia pendidikan inovasi adalah hal yang mutlak dilakukan karena tanpa inovasi maka dunia pendidikan tidak akan berkembang yang kemudian berpengaruh pada elemen-elemen kehidupan yang lain seperti politik, ekonomi, social, dan lain-lain. Oleh karena itu, kelompok kami akan membahas tentang karakteristik dan strategi inovasi pendidikan.

B.Rumusan Masalah
1.Bagaimana karakteristik inovasi pendidikan?
2.Bagaimana strategi inovasi pendidikan?

C.Tujuan Penulisan
1.Untuk mengetahui karakteristik inovasi pendidikan.
2.Untuk mengetahui strategi inovasi pendidikan.


 
BAB II
PEMBAHASAN
A.Karakteristik Inovasi Pendidikan
Karakteristik Inovasi Pendidikan bisa dipahami berdasarkan kata karakteristik dan inovasi pendidikan. Karakteristik adalah ciri khas atau bentuk-bentuk watak atau karakter yang dimiliki oleh setiap individu, corak tingkah laku, tanda khusus. Inovasi Pendidikan ialah suatu ide, barang, metode yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat) baik berupa hasil invensi atau discovery yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan untuk memecahkan masalah pendidikan. Berdasarkan pengertian diatas, karakteristik inovasi pendidikan bisa diartikan sebagai ciri-ciri atau karakter yang dimiliki oleh suatu ide, barang, metode, yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang  (masyarakat) baik berupa hasil invensi atau discovery yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan untuk memecahkan masalah pendidikan.

Sa’ud (2012) mengatakan bahwa karakteristik antara lain relative advantage, artinya relatif berguna dibandingkan dengan yang telah ada sebelumnya; compatibility, artinya apakah inovasi tersebut akan tersebut akan konsisten terhadap nilai-nilai, pengalaman dan kebutuhan para adopter; testability, artinya seberapa jauh inovasi tersebut bisa diujicobakan di sekolah-sekolah atau di lembaga pendidikan; observability, artiya apakah inovasi tersebut dapat diperlihatkan secara nyata hasilnya kepada para peserta didik dan apakah kita bisa melihat variasi-variasi saat mengaplikasikan inovasi tersebut; complexity, artinya apakah guru-guru memerlukan pelatihan untuk mengaplikasikan inovasi tersebut dan apakah akan menambah tugas kerja guru.



Untuk melihat makalahnya lebih lengkap silahkan bisa mengunduhnya dengan klik tombol dibawah ini.

Monday, January 13, 2020

Makalah Paradigma Pendidikan Islam



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan Islam mendorong generasi untuk berubah dan memaksimalkan potensi dalam melaksanakan tugasnya sebagai abid dan khalifah dengan rasa tanggung jawab. Pribadi yang tangguh dan cinta ilmu pengetahuan yang lahir dari luaran pendidikan Islam, maka komunitas sosial akan mengalami perubahan kepada yang lebih baik berdasarkan tuntutan dan kebutuhan zaman. 

Upaya memahami suatu pendidikan tidak bisa hanya dengan melihat ‘sepotong’ apa yang ditemukan dalam realitas penyelenggaraan pendidikan tersebut, tapi harus memandangnya dari landasan sistem nilai yang menjadi basis paradigmanya. Sebab, bisa jadi problem yang muncul dalam realitas pendidikan tersebut hanyalah turunan masalah dari ketidak-memadaian sebuah paradigma. Oleh karenanya langkah terus menerus dalam melakukan kaji ulang dan merumuskan kembali paradigma pendidikan tidak boleh berhenti. Untuk memahami pendidikan Islam berarti kita harus melihat aspek utama misi agama Islam yang diturunkan kepada umat manusia dari sisi pedagogis. Islam sebagai ajaran Allah swt, sesungguhnya merefleksikan paradigma pendidikan yang mampu membimbing dan mengarahkan manusia, sehingga menjadi manusia sempurna.  

B.Rumusan Masalah
1.Bagaimana pengertian paradigma pendidikan Islam?
2.Bagaimana pemetaan pemikiran Islam kontemporer di Indonesia?

C.Tujuan Penulisan
1.Untuk mengetahui pengertian paradigma pendidikan Islam.
2.Untuk mengetahui pemetaan pemikiran Islam kontemporer di Indonesia.



BAB II
PEMBAHASAN

A.Pengertian Paradigma Pendidikan Islam
Ilmu pendidikan Islam adalah salah satu paradigma dalam dunia pendidikan. Paradigma secara etimologis, berasal dari bahasa Inggris, paradigm berarti type of something, model, pattern (bentuk sesuatu, model, pola). Dalam bahasa Yunani, paradigma berasal dari kata para (di samping, disebelah) dan kata dekyanai (memperlihatkan yang berarti: model, contoh, arketipe, ideal). 

Secara terminologis, paradigma berarti a total view of a problem ; a total outloook, not just a problem in isolation. Paradigma adalah cara pandang atau cara berpikir tentang sesuatu. Dalam kamus filsafat terdapat beberapa pengertian paradigma, diantaranya sebagai berikut: 

1.Cara memandang sesuatu.
2.Dalam ilmu pengetahuan diartikan sebagai model, pola, ideal. Dari model-model ini berbagai fenemona dipandang dan dijelaskan.
3.Totalitas premis-premis teoritis dan metodologis yang menentukan atau mendefinisikan suatu studi ilmiah konkret. 
4.Dasar untuk menyeleksi problem-problem. 

Konsep paradigma bermula dari kajian sejarah dan filsafat sains kemudian konsep serta pengertian paradigma juga telah digunakan oleh ahli-ahli ilmu tingkah laku (behavioral sciences). Secara sederhana paradigma diartikan sebagai cara pandang dan cara berfikir. Paradigma sebagai dasar sisitem pendidikan adalah cara berfikir atau sketsa pandang menyeluruh yang mendasari rancang bangunan suatu sistem pendidikan.


Silahkan bagi yang ingin mengunduh file pdf bisa mengunduhnya dengan klik tombol dibawah ini.

Sunday, January 12, 2020

Makalah Posisi Al-Qur'an dan Hadits Dalam Filsafat Pendidikan Islam



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dinamika kehidupan manusia dari zaman prasejarah sampai pada zaman modern ini selalu menjadi persoalan yang mesti diselesaikan manusia guna melanjutkan kehidupan mereka, ilmu adalah sarana utama yang digunakan untuk melaksanakan hal itu, salah satunya filsafat yang dianggap sebagai induk ilmu.  

Filsafat dipandang sebagai suatu bentuk ilmu pengetahuan, sebagai metode mencari kebenaran atau mencari pengetahuan. Filsafat Yunani yang dianggap sebagai paradigm bagi seluruh pemikir-pemikir tradisional, senantiasa berkaitan dengan problema-problema yang memperhatikan manusia dan kemanusiaan. Untuk mencoba menjawab eksistensi manusia, hakikatnya didalam semesta dan hubungannya dan kekuatan-kekuatan super natural diluar dirinya. 

Sebuah ilmu pengetahuan harus memiliki dasar dalam pengaplikasiannya. Dasar merupakan landasan untuk berdirinya sesuatu. Fungsi dasar ialah memberikan arah kepada tujuan yang akan dicapai sekaligus sebagai landasan untuk berdirinya sesuatu. Dasar pendidikan Islam didasarkan kepada falsafah hidup suatu negara, sistem pendidikan Islam tersebut dapat dilaksanakan dimana saja dan kapan saja tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Ajaran itu bersumber dari al-Qur’an dan hadits serta ijtihad. 

B. Rumusan Masalah
1.Bagaimana posisi al-Qur’an dan hadits dalam filsafat pendidikan Islam?
2.Bagaimana konsekuensi dan implikasi al-Qur’an dan hadits sebagai sumber filsafat pendidikan Islam?

C. Tujuan Penulisan
1.Untuk mengetahui posisi al-Qur’an dan hadits dalam filsafat pendidikan Islam.
2.Untuk mengetahui konsekuensi dan implikasi al-Qur’an dan hadits sebagai sumber filsafat pendidikan Islam.


BAB II
PEMBAHASAN

A. Posisi al-Qur’an dan Hadits Dalam Filsafat Pendidikan Islam
Al-Qur’an merupakan sumber ajaran Islam termasuk di dalamnya sebagai ilmu Islam. Ilmu yang terkandung di dalam al-Qur’an tidak hanya terbatas pada ilmu-ilmu agama saja tetapi juga terdapat ilmu-ilmu umum. Ilmu-ilmu Islam yang terkandung di dalam al-Qur’an memang tidak dijelaskan rinci, hal ini dikarenakan al-Qur’an bersifat universal tidak ada satu generasipun yang dikecualikan, artinya al-Qur’an ditujukan bagi seluruh umat manusia dari berbagai bangsa dan bahasa baik yang hidup dimasa nabi atau sesudahnya.

Hadits menjadi dasar ilmu Islam kedua setelah al-Qur’an, hal ini dikarenakan al-Qur’an yang bersifat pasti, tidak diganggu gugat. Hadits pun bersifat universal, selalu berlaku untuk umum dan tidak terikat dengan ruang dan waktu. Jika di dalam al-Qur’an hanya tertulis secara global, maka penjelasan yang terdapat di dalam al-Qur’an bisa dicari di dalam hadits, baik itu memperkokoh ataupun memperinci ayat al-Qur’an. 

Dalam sistem berpikir filsafat, pendidikan Islam dinyatakan sebagai sistem. Realitas kehidupan dikembangkan melalui pengetahuan yang tanpa batas dan nilai sebagai tujuan manusia mengembangkan pengetahuan. Dengan demikian pendidikan Islam merupakan sistem yang dibangun oleh dasar-dasar yang sangat kuat.  Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa al-Qur’an sebagai dasar pendidikan Islam. Dapat dipahami bahwa dasar pendidikan Islam adalah al-Qur’an yang di dalamnya terdapat ayat-ayat yang memanggil manusia untuk selalu menggunakan akalnya dalam kehidupan. Bahkan, untuk bersyukur dengan baik dan benar pun, manusia harus mempergunakan akalnya.


Silahkan yang ingin mengunduh file pdf bisa mengunduh dengan klik tombol dibawah ini.

Friday, January 10, 2020

Makalah Masa Kejayaan Pendidikan Islam



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Masa kejayaan pendidikam Islam ditandai dengan berkembang luasnya lembaga-lembaga pendidikan Islam dan madrasah formal serta universitas di berbagai pusat kebudayaan Islam. Lembaga-lembaga pendidikan sangat dominan pengaruhnya dalam membentuk pola kehidupan dan pola budaya kaum Muslim. Berbagai ilmu pengetahuan yang berkembang melalui lembaga pendidikan itu menghasilkan pembentukan dan pengembangan berbagai aspek budaya kaum Muslim.    

Pendidikan sebagai suatu sistem merupakan suatu kesatuan dari beberapa unsur dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Unsur-unsur saling berhubungan dan saling bergantung dalam mencapai tujuan. Mengkaji sistem pendidikan Islami di masa klasik  tidak pas jika hanya dilihat dari sistem pendidikan Islami di masa sekaranag, karena kondisi periode klasik jauh lebih berbeda dari kondisi sekarang. Oleh karena itu, penulis akan menggunakan kategor-kategori dalam sistem pendidikan Islami di sini banyak dimintai pada masa kejayaan pendidikan Islami berdasarkan pengamatan fakta sejarah.   

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pendidikan Islam pada masa kejayaan Islam?
2.Apa ilmu yang dipelajari pada masa kejayaan Islam?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pendidikan Islam pada masa kejayaan Islam.
2. Untuk mengetahui ilmu yang dipelajari pada masa kejayaan Islam.





BAB II
PEMBAHASAN

A. Masa Kejayaan Pendidikan Islam
Pendidikan Islam mengalami kejayaan di era kekuasaan Dinasti Abbasiyah, masa tersebut berlangsung berlangsung sejak permulaan kekuasaan Dinasti Abbasiyah yang berhasil menggulingkan kekuasaan Dinasti Umayyah pada tahun 750M/132H sampai dengan jatuhnya Baghdad tahun 1258M/656H, masa ini dimulai dengan berkembang pesatnya kebudayaan Islam, yang ditandai dengan berkembang luasnya lembaga-lembaga pendidikan Islam dan madrasah-madrasah (sekolah-sekolah) formal serta universitas-universitas dalam berbagai pusat kebudayaan Islam.  Bangkitnya ilmu pengetahuan yang terjadi pada masa Dinasti Abbasiyah, khususnya pada paruh awal kekuasaannya dapat dilihat dari beberapa segi diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Kemajuan Intelektual
Kemajuan peradaban pada masa Dinasti Abbasiyah juga ikut mengiringi perkembangan kemajuan dalam bidang pendidikan hal ini di tandai dengan berkembangan ilmu-ilmu ke-Islaman atau ilmu keagamaan. Era Abbasiyah mencatat dimulainya penyusunan buku dalam bentuk sistematis beberapa cabang keilmuan seperti Tafsir, Hadits dan Fiqh yaitu di mulai sejak tahun 143 H. Selain itu secara garis besar, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid. Hal ini dapat dilihat dari adanya gerakan penerjemahan buku dari berbagai bangsa dan bahasa. Dengan gerakan penerjemahan buku tersebut, lahirlah para tokoh Islam sesuai dengan keahliannya. 

Ilmu Agama
a. Ilmu Tafsir
Pada masa ini Ilmu Tafsir menjadi ilmu mandiri yang terpisah dari Ilmu Hadits. Buku Tafsir lengkap dari Al-Fatihah sampai An-Nas juga mulai disusun. Menururt catatan Ibn An-Nadim yang pertama kali melakukan penyusunan tafsir lengkap tersebut adalah Yahya bin Ziyad Ad-daylamy atau yang lebih dikenal dengan sebutan Al-Farra.



Silahkan yang ingin mengunduh file pdf bisa klik tombol dibawah ini.

Makalah Tradisi Mengagungkan Punden


BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Pendangkalan nilai kerohanian masyarakat modern semakin terasa dan cenderung menuju pembiaran tersingkirkannya nila-nilai tradisi, sehingga menggeser bahkan menyingkirkan paradigma lama manusia sebagai makhluk sosial yang sangat santun dalam berinteraksi satu dengan yang lain. Nilai-nilai sosial kebersamaan secara terus-menerus mengalami penghancuran menjadi sebuah paradigma baru manusia sebagai makhluk individualis. Tata karma tradisional sebagai bagian dari pranata sosial menjadi sangat rapuh perannya dalam interaksi rivalitas manusia modern.
Kemampuan masyarakat tradisional dalam mempertahankan eksistensinya menjadi sebuah perjuangan yang berat. Nilai-nilai kearifan lokal yang terangkum dalam sastra tutur keseharian menjadi semakin langka. Banyak masyarakat jawa modern (dan mungkin berlaku pula untuk seluruh masyarakat tradisional di Nusantara) mengedepankan sikap realistis, meninggalkan ajaran tradisi yang ditanamkan oleh para tetua adat mereka. Kecenderungan mendangkalkan nilai tradisi menjadi lebih meluas ketika lingkungan memberikan dukungan. Sistem-sistem tradisi sebagai cirri spesifik dari sebuah pranata adat tuidak lagi menjadi acuan dasar dalam berperilaku. Ketidakberdayaan masyarakat adat dalam mempertahankan eksistensinya merupakan ancaman yang serius untuk estafet nilai tradisi selanjutnya.

B.Rumusan Masalah
1.Bagaimana pengertian akidah dan punden?
2.Bagaimana hukum Islam terkait punden?
3.Bagaimana dalil terkait punden?
4.Bagaimana solusi terkait masalah punden?

C.Tujuan Penulisan
1.Untuk mengetahui pengertian akidah dan punden.
2.Untuk mengetahui hukum Islam terkait punden.
3.Untuk mengetahui dalil terkait punden.
4.Untuk mengetahui solusi terkait masalah punden.

 
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Akidah
Yang dimaksud dengan aqidah dalam bahasa Arab (dalam bahasa Indonesia ditulis Akidah).  Menurut etimologi Akidah berarti “ikatan”. Akidah seseorang artinya “ikatan seseorang dengan sesuatu”. Setiap manusia mempunyai ikatan hati dengan sesuatu. Dan ikatan itu, hati menjadi condong kepadannya.  Sedangkan pengertian lain dari akidah adalah kepercayaan Allah yang Maha Esa. Dimana kepercayaan tersebut mencangkup enam kepercayaan atau disebut rukun iman yaitu kepercayaan kepada Allah, Malaikat, Rasul utusan Allah, kitab yang diturunkan-Nya, hari kiamat, serta Qada’ dan Qadar Allah.

Akidah secara umum adalah kepercayaan, keimanan, keyakinan secara mendalam dan benar lalu merealisasikannya dalam perbuatannya. Sedangkan aqidah dalam agama Islam berarti kepercayaan sepenuhnya kepada ke-Esa-an Allah, dimana Allah-lah pemegang kekuasaan tertinggi dan pengatur atas segala apa yang ada di jagad raya.

Akidah diibaratkan sebagai pondasi bangunan. Sehingga akidah harus dirancang dan dibangun terlebih dahulu dibanding bagian-bagian lain. Akidah pun harus dibangun dengan kuat dan kokoh agar tidak mudah goyang yang akan menyebabkan bangunan menjadi runtuh. Akidah merupakan misi yang ditugaskan Allah untuk semua Rasul-Nya, dari pertama sampai dengan yang terakhir. Akidah tidak dapat berubah karena pergantian nama, tempat, atau karena perbedaan pendapat suatu golongan.



Silahkan jika anda ingin lebih lengkapnya, anda bisa mengunduhnya dengan cara klik tombol di bawah ini.

Tuesday, January 7, 2020

Makalah Proses Inovasi Pendidikan



BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang 
Nicocolo Machiavelli menyatakan, “Tiada pekerjaan yang lebih susah merencanakannya, lebih meragukan keberhasilannya dan lebih berbahaya dalam mengelolanya, dari pada menciptakan suatu pembaharuan. Apabila lawan telah merencanakan untuk menyerang inovator dengan menyerahkan kemarahan pasukannya, sedangkan yang lain hanya bertahan dengan kemalasan, inovator berserta kelompoknya seperti dalam keadaan terancam.
Pernyataan tersebut menunjukkan betapa beratnya tugas inovator dan betapa sukarnya menyebarkan inovasi. Banyak orang yang menetahui dan memahami suatu yang baru, tetapi belum mau menerima apalagi melaksanakannya. Bahkan, banyak pula yang menyadari bahwa sesuatu yang baru itu bermanfaat baginya, tetapi belum juga menerima dan menggunakan atau menerapkannya. Contohnya untuk mengefektifkan proses belajar mengajar, para guru diminta membuat persiapan mengajar dengan menggunakan model desain instruksional, yaitu prosedur pengembangan sistem instruksional, yaitu prosedur pengembangan sistem instruksional (PPSI). Para guru ditatar dan dilatih membuat persiapan mengajar model PPSI, tetapi belum semua guru yang telah tahu dan dapat membuat persiapan mengajar dengan cara baru itu mau menggunakannya dalam kegiatan mengajar sehari-hari.

B.Rumusan Masalah 
1.Bagaimana pengertian proses inovasi pendidikan?
2.Bagaimana proses inovasi pendidikan?
3.Bagaimana faktor yang memengaruhi proses inovasi pendidikan?
4.Bagaimana model proses keputusan inovasi?
5.Bagaimana tipe keputusan inovasi?

C.Tujuan Penulisan
1.Untuk mengetahui pengertian proses inovasi pendidikan.
2.Untuk mengetahui proses inovasi pendidikan.
3.Untuk mengetahui faktor yang memengaruhi proses inovasi pendidikan.
4.Untuk mengetahui model proses keputusan inovasi.
5.Untuk mengetahui tipe keputusan inovasi.
 

BAB II
PEMBAHASAN 

A.Pengertian Proses Inovasi Pendidikan 
Inovasi adalah suatu ide, hal-hal yang praktis, metode, cara, barang-barang buatan manusia, yang diamati atau dirasakan sebagai sesuatu yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang. Inovasi pendidikan adalah suatu perubahan dengan membuat gagasan baru, dimana konsep sebelumnya sudah ada tetapi dikembangkan dan menjadi berbeda dari hal sebelumnya, serta digunakan untuk mencapai tujuan tertentu pendidikan. 
Proses inovasi pendidikan adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan oleh individu atau organisasi, mulai sadar tahu adanya inovasi sampai menerapkan (implementasi) inovasi pendidikan. Kata proses mengandung arti bahwa aktivitas itu dilakukan dengan memakan waktu dan setiap saat tentu terjadi perubahan. Berapa lama waktu yang dipergunakan selama prose situ berlangsung akan berbeda antara orang atau organisasi satu dengan yang lain tergantung pada kepekaan orang atau organisasi terhadap inovasi. Demikian pula selama proses inovasi itu berlangsung akan selalu terjadi perubahan yang berkesinambungan sampai proses itu dinyatakan berakhir. 

B.Proses Inovasi Pendidikan
1.Difusi
Difusi adalah proses komunikasi inovasi antara warga masyarakat dengan menggunakan saluran tertentu dan dalam waktu tertentu. Komunikasi yang terbentuk disini ialah terjadinya saling tukar informasi (hubungan timbal balik) antar beberapa individu, baik secara memusat (konvergen) maupun memencar (divergen) yang berlangsung secara spontan.


Silahkan untuk lebih lengkapnya anda bisa mengunduhnya dengan klik tombol dibawah ini.

Monday, January 6, 2020

Makalah Hakikat Pendidikan Islam


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia sebagai mahluk ciptaan Allah swt. telah meberikan potensi yang luar biasa berupa jasmani dan rohani yang sempurna. Dengan potensi tersebut manusia mengembangkan diri untuk menggunakan seluruh potensi tersebut hingga mencapai derajat kesempurnaan atas kemanusiaannya. 

Dengan bekal potensi itu manusia diberikan kebebasan jalan hidupnya oleh Allah. Namun demikian atas segala kemurahan dan kasih sayang Allah kepada manusia agar tidak ke jalan keburukan Allah telah menurunkan al-Qur’an sebagai petunjuk dan sumber pengetahuan sebagai bekal menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Pendidikan Islam adalah salah satu aspek dari ajaran Islam, karenanya tujuan Pendidikan Islam menjadi tujuan manusia yang diharapkan dalam Islam, yaitu mencipatakan pribadi sebagai hamba Allah yang bertakwa kepada-Nya, dan dapat menacapai kebahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat. Pendidikan pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang didasari oleh nilai-nilai Islam di dalam al-Qur’an dan al-Hadis. Karena itu sangat penting teori-teori agar dapat mengetahui dan memahami hakikat pendidikan Islam itu sendiri.

B. Rumusan Masalah
1.Bagaimana pengertian pendidikan Islam?
2.Bagaimana dasar dan tujuan pendidikan Islam?
3.Bagaimana prinsip-prinsip pendidikan Islam?

C. Tujuan Penulisan
1.Untuk mengetahui pengertian pendidikan Islam.
2.Untuk mengetahui dasar dan tujuan pendidikan Islam.
3.Untuk mengetahui prinsip-prinsip pendidikan Islam.


BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Pendidikan Islam
Pendidikan Islam adalah usaha orang dewasa Muslim yang bertakwa secara sadar mengarahkan dan membimbing pertumbuhan serta perkembangan kemampuan dasar peserta didik melalui ajaran Islam ke arah titik maksimal pertumbuhan dan perkembangannya. Pendidikan Islam juga berarti berarti sistem pendidikan yang dapat memberikan kemampuan seseorang untuk memimpin kehidupannya sesuai dengan cita-cita dan nilai-nilai Islam yang telah menjiwai dan mewarnai corak kepribadiannya. 

Dalam konteks keIslaman, definisi pendidikan sering disebut dengan berbagai istilah, yakni al-Tarbiyah, al-Ta’lim, al-Ta’dim dan al-Riyadhah.  Berikut adalah penjelasan dari berbagai istilah pendidikan dalam Islam:

1.Al-Tarbiyah. 
Kata ini berasal dari kata rabb, walaupun kata rabb memiliki banyak arti, namun makna dasarnya adalah tumbuh, berkembang memelihara, mengatur dan menjaga kelestarian. Secara etimologis kata tabiyah berasal dari tiga akar kata yaitu:
  a.Rabba - yarbu - tarbiyah yang berarti bertambah, tumbuh dan berkembang. Hal ini sesuai dengan QS. ar-Rum ayat 39.
  b.Rabiya - yarba - tarbiyah yang berarti tumbuh berubah menjadi besar atau dewasa.
  c.Rabba - yarubbu - tarbiyah yang berarti memperbaiki, memelihara, menuntun, menjaga, mengatur dan memelihara. 

Kata rabb sebagaimana yang terdapat dalam QS. al-Fatihah ayat 2 (Alhamdu li Allahi rabbi al-‘alamin) mempunyai kandungan makna yang berkonotasi dengan istilah al-tarbiyah. Sebab kata rabb (Tuhan) dan murabbi (pendidik) berasal dari akar kata yang sama. Berdasarkan hal ini, maka Allah adalah Pendidik Yang Maha Agung bagi seluruh alam semesta.


Lebih lengkapnya anda bisa mengunduh filenya dengan klik tombol dibawah ini.

Saturday, December 28, 2019

FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM (Pengertian, Ruang Lingkup, Fungsi dan Tujuan)



BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Apabila mendengar kata filsafat, maka konotasinya mengarah kepada sesuatu yang bersifat prinsip antar dasar, yaitu sesuatu yang mengandung nilai-nilai dasar tertentu. Begitu pula bila mendengar kata pendidikan, maka konotasinya tertuju kepada ajaran agama yang dibawa oleh Rasulullah saw. yaitu agama Islam. Filsafat pendidikan Islam pada hakikatnya adalah konsep berpikir tentang kependidikan yang bersumber atau berlandaskan atas ajaran-ajaran agama Islam. Filsafat pendidikan Islam adalah pembahasan tentang hakikat kemampuan muslim untuk dapat dibina, dikembangkan, dan dibimbing, sehingga menjadi manusia yang seluruh pribadinya dijiwai oleh ajaran Islam. Karena begitu kompleksnya persoalan pendidikan dan begitu rumitnya memaknai filsafat, sehingga perlu sebuah penyederhanaan. Oleh karenanya dengan memahami filsafat dengan baik maka orang akan dapat mengembangkan secara konsisten ilmu-ilmu pengetahuan yang dipelajari. Filsafat mengkaji dan memikirkan tentang hakikat segala sesuatu secara menyeluruh, sistematis, terpadu, universal dan radikal yang hasilnya menjadi pedoman dan arah dari perkembangan ilmu-ilmu yang bersangkutan. Oleh karenanya yang membantu filsafat pendidikan terlaksana dengan baik. 

Filsafat pendidikan Islam beroperasi di ruang-ruang pengetahuan Islam maupun esensi moralitas. Pengetahuan, sains, bahkan konsep moralitas adalah produk suatu zaman, dengan konteks dan spiritnya tersendiri. Filsafat pendidikan berupaya memahami spirit dan konteks tersebut, sehingga tidak ada yang tak tersentuh oleh filsafat. Karenanya, filsafat pendidikan Islam mampu masuk dalam ruang pengetahuan Islam itu sendiri. Dengan demikian, filsafat pendidikan Islam melampaui hal-hal dan nilai-nilai yang selalu bersifat absolut. Tidak ada konsep yang sakral atau prinsip yang abadi. Seiring berjalannya waktu, konsep dan prinsip yang menjadi landasan bagi pelaksanaan pendidikan selalu bisa dikritisi dan dievaluasi. Di level inilah filsafat pendidikan Islam bekerja. Atau dengan kata lain filsafat pendidikan Islam berfungsi sebagai norma pendidikan.

B.Rumusan Masalah
1.Bagaimana pengertian filsafat pendidikan Islam?
2.Bagaimana ruang lingkup filsafat pendidikan Islam?
3.Bagaimana fungsi dan tujuan filsafat pendidikan Islam?

C.Tujuan Penulisan
1.Untuk mengetahui pengertian filsafat pendidikan Islam.
2.Untuk mengetahui ruang lingkup filsafat pendidikan Islam.
3.Untuk mengetahui fungsi dan tujuan filsafat pendidikan Islam


BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Filsafat Pendidikan Islam
Kata “filsafat” berasal dari bahasa Inggris dan bahasa Yunani. Dalam bahasa Inggris, yaitu philosophy, sedangkan dalam bahasa Yunani philein atau philos artinya cinta dan sofein, shopi atau shopia artinya kebijaksanaan. Dengan demikian, filsafat dapat diartikan cinta kebijaksanaan. Kata kebijaksanaan dalam bahasa Arab diistilahkan dengan al-hikmah. Oleh karena itu, falsafah adalah al-hikmah. 

Akan tetapi sejarah pemakaian kata-kata tersebut sudah tidak benar lagi artinya, karena dengan berlalunya masa pada bahasa Arab, “cinta pengetahuan” menjadi “ahli pengetahuan” atau “hakim”. Asal makna kata-kata “hikmah” ialah “tali kendali” untuk kuda untuk mengekang kenakalannya. Dari sini, maka diambillah kata-kata “hikmah” dalam arti “pengetahuan” atau “kebijaksanaan”. 
Hikmah adalah perkara tertinggi yang bisa dicapai oleh manusia dengan melalui alat-alat tertentu, yaitu akal dan metode-metode berpikirnya. 
يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلا أُولُو الألْبَابِ (٢٦٩)

Artinya: “Tuhan memberi nikmat kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan  siapa yang diberi hikmah, maka ia telah diberi kebaikan yang banyak sekali. (Q.S. al-Baqarah[2]:269)

Menurut Plato filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang hakekat. Bagi Aristoteles filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang kebenaran yang meliputi logika, fisika, metafisika dan pengetahuan praktis.
Menurut R. Beerling, bahwa filsafat adalah pemikiran-pemikiran yang bebas, diilhami oleh rasio, mengenai segala sesuatu yang timbul dari pengalaman.

Menurut Bertrand Russel, filsafat adalah tidak lebih dari usaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan terakhir, tidak secara dangkal atau dogmatis seperti yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dan bahkan dalam ilmu pengetahuan akan tetapi, secara kritis dalam arti kata: setelah segala sesuatu diselidiki problema-problema apa yang dapat ditimbulkan oleh pertanyaan-pertanyaan yang demikian itu, dan setelah kita menjadi sadar dari segala kekaburan dan kebingungan yang menjadi dasar pengertian sehari-hari. 

Menurut Prof. Dr. Harun Nasution bahwa filsafat berasal dari kata Yunani yang tersusun dari dua kata philein dalam arti cinta dan shopos dalam arti hikmah(wisdom). Orang Arab memindahkan kata Yunani Philoshopia ke dalam bahasa mereka dengan menyesuikan tabi’at susunan kata-kata arab, yaitu Folsofa dengan pola Fa’lala, Fa’lal. Dengan demikian kata kerja Falsofa seharusnya menjadi Falsafah atau Filsaf.


Untuk melihat lebih lengkap, silahkan anda bisa mengunduhnya dibawah ini.

Wednesday, December 25, 2019

Makalah Memahami Hadits Muslim No. 5256



A. Pendahuluan
     Dunia ini merupakan tempat pembebanan dan perbuatan, sedangkan akhirat merupakan tempat perhitungan dan pembalasan. Di dunia adalah kehidupan yang sementara dan bukan sebagai tujuan yang sebenarnya. Tujuan akhir adalah akhirat, di dunia hanya sebagai tempat untuk mengumpulkan bekal pahala kebaikan untuk akhirat kelak.

     Agama Islam memerintahkan kepada orang-orang mukmin untuk menunaikan perintah Allah dan meninggalkan segala larangan Allah yang mengakibatkan adanya pahala, hukuman, kebahagiaan yang kekal disisi Allah atau azab yang abadi dan terjauhkan dari Allah.

     Sebagai seorang mukmin diperintahkan untuk menunaikan ibadah sholat dalam sehari lima kali. Itu adalah perbuatan yang baik dan suatu kewajiban bagi orang mukmin. Apabila dikerjakan mendapatkan pahala jika ditinggalkan akan mendapatkan dosa. Sedangkan hal yang harus dijauhi oleh orang-orang mukmin seperti halnya zina, judi, minum-minuman keras dan hal-hal yang mengandung maksiat. Lain halnya dengan orang-orang kafir mereka hidup di dunia tanpa aturan agama, hidup seenaknya sendiri. Mereka hidup dengan menuruti hawa nafsunya.  

     Hadits Muslim nomor 5256 yang akan dibahas oleh penulis menjelaskan bahwa kehidupan di dunia bagi orang mukmin adalah penjara dan surga bagi orang kafir, karena orang mukmin hidup dengan ajaran agama, sedangkan orang kafir tidak. Kehidupan di dunia adalah cermin ketika di akhirat nanti. 

B. Pembahasan 
   1.Kritik Historis/ Kritik Sanad
      Kajian kritik sanad hadits akan memberikan pemahaman yang holistik jika diawali dengan melihat makna dari istilah kritik. Dalam terminologi ilmu hadits, istilah kritik tidak dikonotasi negatif, bahkan sebaliknya. Kata ini diambil dari term naqd. Dalam literatur Arab sering ditemukan ungkapan  naqada al-kalam wa naqada al-syu’ur (ia telah mengkritik bahasa dan puisinya). Aktivitas kritik dalam ilmu hadits dimaksudkan sebagai upaya menyeleksi hadits, sehingga dapat diketahui mana yang shahih dan mana yang tidak shahih. Dengan demikian, istilah kritik berasal dari ulama hadits, bukan dari dunia Barat. 

      Berdasarkan pada terminologi kritik yang digunakan dalam ilmu hadits, secara sederhana dapat dipahami bahwa penyeleksian dimaksud ditekankan pada aspek sanadnya. Sehingga dari kajian tersebut melahirkan istilah sahih al-isnad dan dha’if al-isnad. Istilah pertama, mengandung arti bahwa seluruh jajaran perawi dalam suatu hadits berkualitas shahih, di samping juga adanya kebersambungan sanad, serta terbebas dari kerancuan (syadz) dan cacat (‘illat). Sedangkan istilah kedua, mengacu kepada pemahaman bahwa salah satu atau beberapa jajaran periwayatnya berkualitas dha’if, atau bisa jadi karena tidak memenuhi kriteria keshahihan isinya. 

     Sanad adalah “jalur matan”, yaitu rangkaian para perawi yang memindahkan matan dari sumber primer-nya. Sanad mengandung dua bagian penting, yaitu nama-nama periwayatan hadits dan lambang-lambang periwayatan hadits yang telah digunakan oleh masing-masing periwayat dalam meriwayatkan hadits. Oleh karena itu, suatu berita yang dinyatakan sebagai hadits Nabi oleh seseorang, tetapi tidak memiliki sanad sama sekali, dinyatakan sebagai hadits palsu (maudlu’).

     Adapun yang akan menjadi pokok pembahasan dari makalah ini yaitu hadits Muslim nomor 5256 yang termasuk dalam bab zuhud اَلدُّنْيَا سِجْنُ المُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الكَافِرِ , yang selengkapnya berbunyi:

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي الدَّرَاوَرْدِيَّ عَنْ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ


Lebih lengkapnya silahkan anda bisa mengunduh Download

Sunday, November 17, 2019

Ruang Lingkup Pengembangan Kurikulum PAI


Review makalah pada kali ini mata kuliah Perkembangan Kurikulum biasa disebut PK. Dengan makalah yang bertema "Ruang Lingkup Pengembangan Kurikulum PAI" yang disusun oleh kelompok pertama diantaranya;
Nailna Amanina              (1810110001)
Naili Nur Fitrotun            (1810110002)
Aulia Ulfa Anggraini        (1810110003)
Shofa Dahliyatul Salam  (1810110004)

Tampilan pendahuluan, rumusan masalah dan tujuan penulisan.


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
     Pendidikan Islam adalah pendidikan yang berdasarkan al-Quran dan al-Hadis selain mempunyai tujuan keilmuwan juga mempunyai tujuan menjadikan manusia sebagai khalifah yang dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Untuk memperoleh tujuan yang mulia ini, ada beberapa tahap yang harus dilalui, diantaranya dengan merencanakan tujuan secara matang dan menentukan proses serta materi yang akan diberikan kepada anak didik. Karena pendidikan secara tidak langsung mempengaruhi pemikiran dan pola tingkah laku anak, maka dalam rumusan semua ini harus benar-benar direncanakan secara matang tanpa melupakan substansi ilmu dan relevansinya dengan zaman yang dihadapi anak.

         Oleh karena itu, sebuah pengembangan kurikulum dalam pendidikan sangat diperlukan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan berkembangnya zaman. Dalam hal ini, pengembangan kurikulum adalah sesuatu proses siklus yang tidak pernah ada titik awal dan akhirnya. Sebab pengembangan kurikulum ini merupakan sesuatu proses yang bertumpu pada unsur-unsur dalam kurikulum, yang didalmnya meliputi tujuan, metode, material, penilaian dan balikan atau feedback.

    Namun, akhir-akhir ini sebuah kurikulum di Indonesia terkadang menjadi momok tersendiri untuk para siswa. Ketika setiap tahun kurikulum terus berkembang, hal tersebut menjadi sebuah perubahan pada pendidikan di
Indonesia. Misalnya, kurikulum KTSP yang telah berkembang menjadi K-13. 
Perkembangan-perkembangan kurikulum tersebut dilakukan untuk meningkatkan potensi siswa dengan mengikuti perkembangan zaman tanpa mengabaikan tujuan, metode dan hal-hal lain yang berhubungan dengan pengembangan kurikulum.

B. Rumusan Masalah
    1. Bagaimana pengertian pengembangan kurikulum PAI?
    2. Bagaimana materi pengembangan kurikulum PAI?
    3. Bagaimana tujuan pengembangan kurikulum PAI?
    4. Bagaimanan sumber pengembangan kurikulum PAI?

C. Tujuan Penulisan
    1. Untuk mengetahui pengertian pengembangan kurikulum PAI.
    2. Untuk mengetahui materi pengembangan kurikulum PAI.
    3. Untuk mengetahui tujuan pengembangan kurikulum PAI.
    4. Untuk mengetahui sumber pengembangan kurikulum PAI.



Silahkan bisa melihat keseluruhannya dengan mengunduh klik disini... Download

Friday, November 15, 2019

Pemahaman Matan Hadits Nabi (Shahih Bukhori No. 2804)

Review makalah pada kali ini mata kuliah Bahtsul Kutub. Dengan makalah yang bertema "Pemahaman Matan Hadits Nabi (Shahih Bukhori No. 2804)" yang disusun oleh kelompok pertama diantaranya;
Iis Linda Fiana                            (1810110010)
Ahmad Fauza Taufiqurrahman (1810110040)


A. Pendahuluan
      Perang adalah sebuah aksi fisik dan non fisik (dalam arti sempit, adalah kondisi permusuhan dengan menggunakan kekerasan) antara dua atau lebih kambing kelompok manusia untuk melakukan dominasi di wilayah yang dipertentangkan. Perang secara purba di maknai sebagai pertikaian bersenjata. Di era modern, perang lebih mengarah pada superioritas teknologi dan industri. Hal ini tercermin dari doktrin angkatan perangnya seperti "Barang siapa menguasai ketinggian maka menguasai dunia". Hal ini menunjukkan bahwa penguasaan atas ketinggian harus dicapai oleh teknologi. Namun kata perang tidak lagi berperan sebagai kata kerja, tetapi sudah bergeser pada kata sifat. Yang memopulerkan hal ini adalah para jurnalis, sehingga lambat laun pergeseran ini mendapatkan posisinya, tetapi secara umum perang berarti "pertentangan". 
      Sepanjang sejarahnya, manusia telah membuktikan diri sebagai produsen penderitaan yang ulung. Makin maju peradaban, makin mangkus dan besar-besaran penderitaan yang ditimbulkan. Saluran yang dipakai untuk menimpakan penderitaan bermacam-macam, mulai dari politik, militer, hukum, kejahatan, sosial, ekonomi, dan agama. Jean Pictet sebagaimana yang dikutip oleh Mochtar Kusumaatmadja mengatakan bahwa suatu kenyataan yang menyedihkan selama 3400 tahun sejarah tertulis, umat manusia hanya mengenal 250 tahun perdamaian. Perang menjadi salah satu bentuk perwujudan dari naluri untuk mempertahankan diri yang dianggap baik dalam pergaulan antarmanusia maupun antarbangsa. Selama 5600 tahun terakhir manusia telah menggelar 14.600
perang. Hal ini menandakan bahwa konflik bersenjata atau perang telah ada dan terjadi ribuan tahun yang lalu meskipun berbeda situasi dan derajatnya dengan konflik bersenjata pada masa kini.


Silahkan bisa melihat keseluruhannya dengan mengunduh klik disini... Download