Showing posts with label Inovasi Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Inovasi Pendidikan. Show all posts

Friday, January 24, 2020

Makalah Model Inovasi Pendidikan



BAB I
PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang
Proses inovasi pendidikan membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai tahap penggunaan dan implementasi. Dalam proses inovasi pendidikan terdapat faktor-faktor yang memperanguhi. Kemudian selain faktor yang mempengaruhi terdapat pula model-model inovasi pendidikan itu sendiri. Model – model yang diterapkan dalam bidang pendidikan di Indonesia pada mulanya mengadopsi dari Amerika Serikat. Tentu tidak semua model yang dipakai disana bisa diadopsi oleh Indonesia. Model yang diadopsi hanya sekedar sebagai contoh untuk kita agar dapat mengetahui bagaimana cara menggunakan pengetahuan tentang inovasi dalam bidang pendidikan baru kemudian dikembangkan oleh para ahli di Indonesia sesuai dengan keadaan Indonesia sebenarnya.
Kita telah mengetahui bahwa inovasi termasuk bagian dari perubahan sosial, dan inovasi pendidikan merupakan bagian dari inovasi. Mengingat bahwa penyelenggara pendidikan formal adalah suatu organisasi maka pola inovasi dalam organisasi yang lebih sesuai diterapkan dalam bidang pendidikan. Namun demikian organisasi pendidikan memeiliki karakteristik dan keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan organisasi yang ada diluar bidang pendidikan. Maka untuk memperjelas wawasan tentang model inovasi pendidikan yang baru yang sesuai dengan kondisi dan situasi setempat.



B.        Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pengertian inovasi pendidikan?
2.      Bagaimana macam model inovasi pendidikan?

C.       Tujuan Penulisan
1        Untuk mengetahui pengertian inovasi pendidikan.
2        Untuk mengetahui macam model inovasi pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Inovasi Pendidikan
Kata inovasi berasal dari bahasa Inggris “innovation” artinya segala hal yang baru atau pembaharuan. Inovasi adalah suatu ide, barang, kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai hal baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat), baik berupa hasil invention maupun discovery. Inovasi diadakan untuk mencapai tujuan tertentu atau memecahkan masalah tertentu.[1] Discovery adalah penemuan sesuatu yang sebenarnya benda atau hal yang ditemukan sudah ada, tetapi belum diketahui orang. Sedangkan invensi adalah penemuan sesuatu yang benar-benar baru yang berupa hasil kreasi manusia, benda atau hal yang ditemukan benar-benar belum ada sebelumnya.[2]
Istilah modernisasi dan inovasi sering kali dikaitkan satu samalain, karena kedua hal tersebut tampak memiliki persamaan, yakni keduanya merupakan perubahan sosial. Kata modern mempunyai berbagai macam arti atau juga mengandung berbagai macam tambahan arti. Pada hakikatnya kata modern digunakan untuk menunjukan terjadinya perbuahan ke arah yang lebih baik atau lebih maju dalam arti yang menyenangkan, lebih efektif dan efisien untuk mencapai tujuan.[3]
Menurut Hamidjojo inovasi pendidikan sebagai “suatu perubahan yang baru dan secara kualitatif berbeda dari hal (yang ada) sebelumnya dan sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu, termasuk dalam bidang pendidikan”. Inovasi tidak hanya sekedar terjadinya perubahan dari suatu keadaan kepada keadaan lainnya. Dalam perubahan yang tergolong inovasi disamping terjadi yang baru mesti terdapat unsur kesengajaan, unsur kualitas yang lebih baik dari sebelumnya dan terarah pada peningkatan berbagai kemampuan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.[4]




[1] Udin Syaefuddin Sa’ud, Inovasi Pendidikan (Bandung: Alfabeta, 2005), 3.
[2] Ninik Masruroh, Manajemen Inovasi Pembelajaran (Jakarta: Mitra Wacana Media, 2014), 21
[3] Muhammad Kristiawan, dkk., Inovasi Pendidikan (Ponorogo: Wade Print, 2018), 6.
[4] Kusnandi, “Model Inovasi Pendidikan dengan Strategi Implementasi Konsep Dare to Be Different”, Jurnal Wahana Pendidikan, no. 1 (2017): 134, diakses pada 06 November, 2019, https://jurnal.unigal.ac.id/index.php/jwp/article/view/391. 




Silahkan anda bisa mengunduh file pdf dengan klik tombol dibawah ini.
>> Download <<

Thursday, January 23, 2020

Makalah Efektivitas Kelembagaan Dalam Pendidikan Tenaga Kependidikan



BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar belakang
Sumber daya manusia (SDM) pendidikan merupakan hal yang penting dalam sebuah organisasi. Peran SDM sangat penting untuk kemajuan dan perubahan organisasi. Karena SDM memengaruhi efektivitas dan efesien peran, fungsi, dan tujuan organisasi, perhatian terhadap SDM harus diberikan terus dengan memelihara dan melatih SDM dengan berbagai cara melalui serangkaian kegiatan dan program yang bersifat menambah pengetahuan dan keterampilan. Saat ini banyak organisasi yang melakukan serangkaian kegiatan atau program guna meningkatkan kinerja karyawannya.
Kegiatan atau program tersebut dapat dilakukan dengan pelatihan, seminar workshop, konseling, maupun studi banding guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, perbaikan sikap, serta peningkatan kinerja atau sekedar mendapatkan pengetahuan baru. Demikian juga lembaga pendidikan, jika ingin tujuannya tercapai sesuai harapan, setiap individu di dalamnya (terutama guru atau tenaga kependidikan) dapat mempengaruhi secara langsung pada kinerja.
Dalam proses interaksi antara suatu subsistem dengan subsistem laninya tidak ada jaminan akan selalu terjadi kesesuaian atau kecocokan antara individu pelaksananya. Setiap saat ketegangan dapat saja muncul, baik antara individu maupun antar kelompok atau ketegangan, antara lain: sifat-sifat pribadi yang berbeda, perbedaan kepentingan, komunikasi yang buruk, dan perbedaan nilai. Perbedaan-perbedaan inilah yang akhirnya membawa organisasi ke dalam suasana konflik. Agar organisasi dapat tampil efektif, maka individu dan kelompok yang tergantung itu harus menciptakan hubungan kerja yang saling mendukung satu sama lain, menuju pencapaian tujuan organisasi.


B.       Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pengertian efektivitas dan tenaga kependidikan?
2.      Bagaimana cara mengefektivitaskan kelembagaan dalam pendidikan tenaga kependidikan?
3.      Bagaimana tugas tenaga kependidikan dalam mengefektivitaskan kelembagaan?

C.      Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui pengertian efektivitas dan tenaga kependidikan.
2.      Untuk mengetahui cara mengefektivitaskan kelembagaan dalam pendidikan tenaga kependidikan.
3.      Untuk mengetahui tugas tenaga kependidikan dalam mengefektivitaskan kelembagaan.






BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Efektivitas dan Tenaga Kependidikan
Kata efektivitas berasal dari kata efektif yang berarti tepat berguna dan bermanfaat. Jadi, efektivitas merupakan suatu dimensi tujuan manajemen yang terfokus pada hasil, sasaran, dan target yang diharapkan   Oleh karena itu, untuk mengetahui efektivitas sebuah program perlu diukur sejauh mana program yang telah direncanakan dapat dilaksanakan sehingga tujuan dapat tercapai. Sumaryadi berpendapat bahwa organisasi dapat dikatakan efektif  bila organisasi tersebut dapat sepenuhnya mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Efektivitas sebuah organisasi atau program dapat diketahui jika organisasi atau program tersebut dievaluasi mulai dari perencanan, proses, pelaksanaan, kendala, cara mengatasi kendala, serta hasilnya. Efektivitas sebuah program dapat dinilai dari kesesuaian antara tujuan yang telah ditetapkan dengan hasil yang dicapai. Efektivitas juga merupakan suatu perilaku yang dibutuhkan oleh seseorang, agar pencapaian kegiatannya beroleh hasil yang lebih baik.
Adapun mengenai tenaga kependidikan dinyatakan di dalam pasal 140 Ayat 1 (RPP, Bab XII/2005) sebagai berikut. Tenaga kependidikan mencakup pimpinan satuan pendidikan, penilik satuan pendidikan nonformal, pengawas satuan pendidikan formal, tenaga keperpustakaan, tenaga labolatorium, teknisi sumber belajar, tenaga lapangan pendidikan, tenaga administrasi, psikolog, pekerja social, terapis, tenaga kebersihan sekolah.



Silahkan anda bisa mengunduh file pdf dengan klik tombol dibawah ini.
>> Download <<

Makalah Kinerja Profesional Tenaga Kependidikan



BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Pendidikan menjadi sektor terpenting dalam proses pembangunan suatu negara. Karena melalui pendidikan, tercipta generasi penerus pemegang estafet pemerintah dan kemasyarakatan di suatu negara. Pendidikan juga menjadi salah satu media pembentukan karakter bagi calon generasi penerus bangsa. Maka dari itu komponen yang berkenaan dengan pendidikan harus profesional sesuai tugas masing-masing agar proses pendidikan berjalan efektif dan efisien sehingga tercipta peserta didik yang baik.
Dari pendidik hingga tenaga kependidikan harus menyandang status profesional agar cita-cita tersebut dapat tercapai. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui terlebih dahulu kriteria pendidik dan tenaga kependidikan dapat dikatakan profesional. Lalu langkah berikutnya adalah mengetahui cara untuk meningkatkan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan agar mencapai status profesional tersebut.
Maka dari itu, makalah ini disusun untuk mengetahui kriteria profesional tenaga kependidikan dan cara untuk meningkatkan profesionalitas kinerja tenaga kependidikan.

B.       Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pengertian kinerja profesional?
2.      Bagaimana kinerja profesional tenaga kependidikan?
3.      Bagaimana meningkatkan kinerja profesional tenaga kependidikan?

C.      Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui pengertian kinerja profesional.
2.      Untuk mengetahui kinerja profesional tenaga kependidikan.
3.      Untuk mengetahui cara meningkatkan kinerja profesional tenaga kependidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Kinerja Profesional
Ketika persaingan dalam aneka perspektif sosial, ekonomi, teknologi dan kemanusiaan semakin bereskalasi secara masif, persyaratan kemampuan yang diperlukan orang untuk melakukan aneka pekerjaan semakin meningkat.[1] Hal tersebut yang memunculkan tuntutan profesional dalam sebuah profesi. Apapun bentuk dan jenis pekerjaannya, kemampuan profesional telah menjadi tuntutan umum. Undang-Undang Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005 menjelaskan bahwa profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.[2]
Kata profesional merujuk pada dua hal. Pertama, orang yang menyandang suatu profesi. Orang yang profesional biasanya melakukan pekerjaan dengan mengabdikan diri pada pengguna jasa disertai rasa tanggung jawab atas kemampuan profesionalnya tersebut, artinya sesuai dengan keahliannya. Kedua, kinerja atau performance seseorang dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya. Kinerja tersebut dimuati unsur-unsur kiat atau seni yang menjadi ciri tampilan profesional seorang penyandang profesi. Seni atau kiat tersebut umumnya tidak dapat dipelajari secara khusus meskipun dapat saja diasah melalui latihan.
Profesionalisme berasal dari kata professionalism yang berarti sifat profesional. Orang yang profesional memiliki sikap-sikap yang berbeda dengan orang yang tidak profesional meskipun dalam pekerjaan yang sama. Profesionalisme merupakan proses peningkatan kualifikasi atau kemampuan para anggota penyandang suatu profesi untuk mencapai kriteria standar ideal dari penampilan atau perbuatan yang diinginkan oleh profesinya tersebut. Profesionalisasi mengandung makna dua dimensi utama, yaitu peningkatan status dan peningkatan kemampuan praktis.





Silahkan anda bisa mengunduh file pdf dengan klik tombol dibawah ini.
>> Download <<

Wednesday, January 22, 2020

Makalah Pengembangan Profesional Guru



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Guru merupakan tenag kependidikan yang dituntut memiliki tingkat kemahiran dan keahlian yang memadai untuk melaksanakan tugas membimbing, mengajar, dan mendidik peserta didik agar mampu mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik itu secara optimal. Dengan kata lain, guru sebagai tenaga kependidikan, harus mempunyai kualifikasi profesional yang perlu dikoordinasikan secara padu agar jasa kependidikannya terhadap peserta didik menjadi optimal dan utuh.
Kualitas guru merupakan faktor yang sangat menentukan dalam upaya menjamin peningkatan mutu pendidikan. Pendidikan yang berkualitas dapat diwujudkan salah satunya melalui guru-guru yang profesional. Semakin baik profesionalisme guru, maka semakin baik pula kualitas pendidikan disuatu negara. Begitu pula, semakin buruk kualitas guru, maka peningkatan mutu pendidikan akan semakin sulit untuk di wujudkan. Sebaik apapun kurikulum dan pengngelolaan yang diterapakan di sekolah, kompetensi dan profesionalisme guru merupakan faktor utama untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas atau profesionalosme guru perlu dilakukan secara terarah, terencana, dan berkesinambungan.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah yang dimaksud dengan profesionalisme guru?
2.      Bagaimanakah model pengembangan guru?
3.      Bagaimanakah strategi dalam pengembangan profesionalisme guru?

C.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui apa maksud dari profesionalisme guru.
2.      Untuk mengetahui model pengembangan guru.
3.      Untuk mengetahui strategi dalam pengembangan profesionalisme guru.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian dari profesionalisme guru
1.      Pengertian Guru
Guru merupakan komponen utama pendidik yang memegang peranan penting baik dari sisi perencanan, pelaksanaan maupun pengembangan kurikulum. Guru yang merupakan salah satu unsur dibidang kependidikan oleh karena itu seorang guru harus berperan serta secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional, sesua dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang.
Guru merupakan pendidik dan pengajar pada pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Berkaitan dengan profesi, guru adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan, keterampilan, kemampuan, keahlian, dan ketelatenan untuk menciptakan anak memiliki perilaku yang sesuai harapan.
Konsep pendidikan moderen telah menegaskan bahwaguru sebagai suatu profesi sebagai mana dirumuskan oleh Moh. Uzer sebagai berikut: Guru mengembangkan tugas sebagai mana dinyadakan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) tahun 2003, dalam pasal 39 ayat 11. Tentang pendidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknik untuk menunjukkan proses proses pendidikan pada suatu pendidikan. Ayat 2. Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan peroses pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, sertamelakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik perguruan tinggi.



Silahkan anda bisa mengunduh file pdf dengan klik tombol dibawah ini. 
>> Download <<

Monday, January 20, 2020

Makalah Pendidik Dan Tenaga Kependidikan




BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu proses yang mempunyai tujuan. Setiap yang bertujuan tentunya mempunyai ukuran sudah sampai dimana perjalanan pendidikan tersebut. Tujuan pendidikan selalu bersifat sementara dan berlari dan setiap yang berlari perlu direvisi dan disesuaikan dengan tuntunan zaman. Dan diantara elemen dari tujuan pendidikan merupakan adanya seorang pendidik dan tenaga kependidikan, tidak hanya itu tujuan pendidikan akan tercapai salah satunya yaitu memperhatikan standar dan mutu dari pendidik dan tenaga pendidikan itu sendiri.[1] Tenaga pendidik dan kependidikan dalam proses pendidikan memegang peranan strategis terutama dalam upaya membentuk watak bangsa melalui pengembangan kepribadian dan nilai-nilai yang diinginkan. Dipandang dari dimensi pembelajaran, peranan pendidik dalam masyarakat Indonesia tetap dominan sekalipun teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Hal ini disebabkan karena ada dimensi-dimensi proses pendidikan atau lebih khusus lagi proses pembelajaran yang diperankan oleh pendidik yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.[2]

B.       Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian pendidik dan tenaga kependidikan?
2.      Bagaimana peran serta fungsi pendidik dan tenaga kependidikan?
3.      Apa kompetensi yang harus dimiliki oleh pendidik dan tenaga kependidikan?
4.      Bagaimana upaya meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan?

C.      Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui pengertian pendidik dan tenaga kependidikan.
2.      Untuk mengetahui peran serta fungsi pendidik dan tenaga kependidikan.
3.      Untuk mengetahui kompetensi yang harus dimiliki oleh pendidik dan tenaga kependidikan.
4.      Untuk mengetahui upaya meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.





BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Pendidik merupakan hal yang paling penting dalam sebuah lembaga pendidikan, karena dialah yang menjadi motor penggerak dan perubahan, bahkan bukan hanya sebagai agen perubahan (agent of change) tapi juga sebagai orang yang mendidik, mengarahkan, membimbing, dan mengevaluasi para peserta didiknya sehingga ia mampu mencapai tujuan yang diinginkannya.
Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, seperti berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan (Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional). Dari pengertian ini jelas bahwa guru merupakan seorang pendidik di tingkat sekolah dasar dan menengah yang berperan lansung dalam menjelaskan tugas dan kewajibannya di sekolah. Tugas guru yang paling penting adalah mengajar dan mendidik murid. Sebagai pengajar guru menyampaikan ilmu pengetahuan atau keterampilan kepada orang lain dengan menggunakan cara-cara tertentu sehingga pengetahuan itu dapat menjadi milik orang tersebut. Adapun sebagai pendidik merupakan perantara aktif akan nilai-nilai dan norma-norma susila yang tinggi dan luhur untuk bekal bermasyarakat.
Sedangkan tenaga kependidikan yang berada di dalam satuan pendidikan tertentu apabila merujuk kepada Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah “anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan”. Seorang tenaga kependidikan dalam satuan pendidikan diangkat dan didayagunakan untuk menjalani tugas-tugas yang sesuai dengan bidang dan keahliannya masing-masing dan mendukung semua program-program yang disusun oleh kepala sekolah demi tercapainya sebuah tujuan sekolah yang efektif dan efisien.
Yang dapat dikategorikan sebagai tenaga kependidikan dalam satuan pendidikan tertentu adalah pengawas sekolah, kepala sekolah, kepala tata usaha (administrasi), wakil kepala sekolah yang membidangi hal khusus, pustakawan, laboran, penjaga dan anggota kebersihan sekolah.[3]




Silahkan anda bisa mengunduh file pdf dengan klik tombol dibawah ini.
>> Download <<

Makalah Hambatan Inovasi




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Perkembangan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan semakin pesat, diantaranya yaitu dibidang pendidikan. Pendidikan merupakan suatu sistem yang membantu manusia berkembang sesuai dengan potensi dan sistem nilai yang mereka anut. Pendidikan sendiri juga bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga inovasi dibutuhkan dalam pendidikan. Inovasi sendiri merupakan suatu perubahan sosial yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu dan diamati sebagai sesuatu yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang.
Inovasi pendidikan dibentuk sesuai perkembangan zaman, hal ini dilakukan agar pendidikan dapat memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat. Sehingga kualitas pendidikan semakin baik. Sedangkan peningkatan kualitas tidak dapat berjalan tanpa adanya inovasi pendidikan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan kita harus melihat masalah pendidikan sebagai suatu sistem agar dapat melihat bagaimana masalah-masalah saling berhubungan yang menjadi penyebab dari masalah itu sendiri.
Dunia pendidikan membutuhkan inovasi terutama dalam pembelajaran, sebuah inovasi harus dapat di laksanakan agar terjadi perubahan namun dalam penerapannya sebuah inovasi biasanya menghadapi berbagai hambatan dan sulit diterima oleh masyarakat. Sehingga dapat mempengaruhi berjalannya inovasi pada pendidikan. Hambatan ini bisa diakibatkan karena adanya banyak faktor yang mempengaruhi berjalannya inovasi pendidikan.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana faktor-faktor penghambat inovasi pendidikan?
2.      Bagaimana faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam inovasi pendidikan?
3.      Bagaimana jenis-jenis hambatan inovasi pendidikan?



C.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui faktor-faktor hambatan inovasi pendidikan.
2.      Untuk mengetahui faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam inovasi pendidikan.
3.      Untuk mengetahui jenis-jenis hambatan inovasi.




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Faktor-faktor Penghambat Inovasi Pendidikan
Dalam inovasi, terdapat enam faktor yang menjadi penghambat dalam mempengaruhi keberhasilan inovasi pendidikan diantaranya yaitu:
1.    Perkiraan yang tidak tepat terhadap inovasi. Disini mempunyai maksud bahwa kurang tepatnya perencanaan yang dilakukan dalam proses inovasi sehingga tidak tepatnya pertimbangan dalam mengimplementasikan inovasi tersebut.
2.    Konflik dan motivasi yang kurang sehat, dimana hambatan ini muncul karena adanya masalah pribadi misalnya terjadinya pertentangan antara anggota pelaksana dalam inovasi, motivasi dalam bekerja yang kurang dan berbagai sifat pribadi yang mengganggu kelancaran dalam berinovasi.
3.    Faktor penunjang yang lemah, sehingga inovasi yang dihasilkan tidak berkembang, dimana hal ini berkaitan dengan sangat rendahnya penghasilan, tidak mengetahui adanya sumber alam, iklim yang tidak menunjang, jarak yang terlalu jauh, kurangnya sarana informasi dan komunikasi, serta kurangnya perhatian dari pemerintah.
4.    Keuangan yang tidak terpenuhi, diantaranya yaitu bantuan financial dari daerah yang tidak memadai, adanya penundaan dalam penyampaian dana, terjadinya inflasi, serta prioritas ekonomi nasional lebih banyak dibidang yang lain.
5.    Penolakan dari kelompok tertentu dalam berinovasi, dimana yang menjadi faktor yaitu kelompok yang memiliki wewenang dalam masyarakat tradisional menentang adanya inovasi tersebut.
6.    Kurang adanya hubungan sosial dan publikasi, diantaranya yaitu adanya masalah dalam hubungan sosial antara yang satu dengan yang lain, adanya ketidak harmonisan dan hubungan yang kurang baik antara anggota dalam berinovasi, serta kurang adanya suasana yang dapat menimbulkan terjadinya pertukaran pikiran.





Silahkan anda bisa mengunduh file pdf dengan klik tombol dibawah ini.
>> Download <<