Showing posts with label Filsafat Pendidikan Islam. Show all posts
Showing posts with label Filsafat Pendidikan Islam. Show all posts

Tuesday, April 28, 2020

Arah Baru Pendidikan Islam Di Indonesia



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan Islam di Indonesia merupakan warisan peradaban Islam dan sekaligus aset bagi pembangunan pendidikan nasional. Sebagai warisan, pendidikan Islam merupakan amanat sejarah untuk dipelihara dan dikembangkan oleh umat Islam dari masa ke masa. Sedangkan sebagai aset, pendidikan Islam yang tersebar di berbagai wilayah ini membuka kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk menata dan mengelolanya, sesuai dengan sistem pendidikan nasional. Dalam kedua perspektif diatas, pendidikan Islam di Indonesia selalu menjadi lahan pengabdian kaum muslimin dan sekaligus menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional.

Agama Islam adalah segala usaha untuk memelihara dan mengembangkan fitrah manusia serta sumberdaya insani yang ada padanya, menuju terbentuknya manusia seutuhnya sesuai dengan norma Islam. pengertian pendidikan Islam terdiri dari Tarbiyah (pemeliharaan, asuhan), ta’lim (pengajaran), dan ta’dib (pembinaan budi pekerti). Pendidikan hendaklah ditujukan kearah tercapainya keserasian dan keseimbangan pertumbuhan pribadi yang utuh lewat berbagai latihan yang menyangkut kejiwaan, intelektual, akal, perasaan dan indra.

B. Rumusan Masalah
  1. Bagaimana peran lembaga pendidikan Islam dalam memperkukuh etika dan moral bangsa ?  
  2. Bagaimana peran pendidikan agama dalam pembinaan moral dan akhlak ?
  3. Bagaimana tanggung jawab tokoh agama dan lembaga keagamaan dalam pembinaan akhlak anak di Indonesia ?


C. Tujuan Penulisan
  1. Untuk mengetahui peran lembaga pendidikan  Islam dalam memperkukuh etika dan moral bangsa.
  2. Untuk mengetahui peran pendidikan agama dalam pembinaan moral dan akhlak.
  3. Untuk mengetahui tanggung jawab tokoh agama dan lembaga keagamaan dalam pembinaan akhlak anak di Indonesia.



 
BAB II
PEMBAHASAN

A. Peran Lembaga Pendidikan Islam Dalam Memperkukuh Etika dan Moral Bangsa
Secara etimologi, lembaga adalah asal sesuatu, acuan, sesuatu yang memberi bentuk pada yang lain, badan atau organisasi yang bertujuan mengadakan suatu penelitian keilmuan atau melakukan sesuatu usaha. Dari pengertian ini dapat dipahami bahwa lembaga mengandung dua arti, yaitu:
  1. Pengertian secara fisik, materil, konkrit
  2. Pengertian secara non-fisik, non-materil dan abtsrak

Dalam bahasa Inggris, lembaga disebut institut (dalam pngertian fisik), yaitu sarana atau organisasi untuk mencapai tujuan tertentu, dan lembaga dalam pengertian non-fisik atau abstrak disebut institution, yaitu suatu sistem norma untuk memenuhi kebutuhan. Lembaga dalam pengertian fisik disebut juga dengan bangunan, dan lembaga dalam pengertian nonfisik disebut dengan pranata.

Ada dua unsur yang kontradiktif dalam pengertian lembaga, pertama pengertian fisik materil, konkret, dan kedua pengertian secara nonfisik, non materil dan abstrak. Terdapat dua versi pengertian lembaga dapat dimengerti karena lembaga ditinjau dari beberapa orang yan mengerakkannya, dan ditinjau dari aspek nonfisik lembaga merupakan suatu sistem yang berperan membantu mencapai tujuan.

Berdasarkan uraian di atas, lembaga pendidikan secara umum dapat diartikan sebagai badan usaha yang bergerak dan bertanggung jawab atas terselenggaranya pendidikan terhadap anak didik. Adapun lembaga pendidikan Islam dapat diartikan dengan suatu wadah atau tempat berlangsungnya proses pendidikan Islam yang bersamaan dengan proses pembudayaan.  

Lembaga pendidikan Islam merupakan lembaga pendidikan yang menawarkan ide pentingnya menjaga moralitas untuk membentuk sebuah tatanan masyarakat yang kuat. Dengan dasar bangunan moral yang kuatb, tentu saja bangsa ini bisa melakukan proses seleksi dan filter terhadap segala macam kebudayaan baru yang masuk sebagai efek perkembangan, keterbukaan, dan kemajuan teknologi informasi yang begitu luar biasa saat ini. Lembaga pendidikan Islam merupakan banteng moral terkokoh yang dimiliki bangsa Indonesia dalam menghadapi arus serangan globalisasi, teknologi dan informasi. 

   1. Peran Pendidikan PTKIN

Kelahiran UIN yang merupakan transformasi dari IAIN dan STAIN membawa sebuah wacana besar tentang hubungan antara ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmu sekuler, yaitu wacana integrasi ilmu. IAIN dan STAIN pada awalnya merupakan perguruan tinggi yang mengajarkan (dan meneliti) ilmu-ilmu agama dalam berbagai cabangnya, seperti tafsir, hadits, fikih, dan ushuluddin. Ketika sejumlah IAIN dan STAIN berubah status menjadi universitas, maka pertanyaan mendasarnya adalah bagaimana hubungan antara ilmu-ilmu agama yang sering kali dipahami secara deduktif dan bersumber dari keyakinan dengan ilmu-ilmu lain yang dipahami secara induktif dan bersumber dari pengalaman manusia (empirik).

Dengan demikian, persinggungan antara ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu lain di PTKIN bukanlah hal yang baru, sehingga ketika IAIN dan STAIN berubah menjadi UIN, civitas akademika UIN tidak gagap terhadap ilmu-ilmu non-agama tersebut. 

  2. Peran Pendidikan Madrasah
Umat Islam hidup di era modern yang penuh dengan tantangan dan sekaligus peluang. Di era seperti ini umat manusia di tantang agar memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang unggul, sehingga mampu bersaing dan merebut berbagai peluang yang ada di hadapannya. Umat manusia saat ini ditantang agar memiliki sikap yang kreatif, inovatif, dinamis, terbuka, demokratis, memiliki etos kerja yang tinggi, serta memiliki keandalan spiritual sebagai alat untuk menangkis berbagai pengaruh negatif.


Silahkan bagi anda yang ingin  mengunduh bisa mengunduh file pdf dengan klik tombol dibawah ini

Interelasi Filsafat Pendidikan Islam Dengan Ilmu-Ilmu Islam



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Islamisasi ilmu pengetahuan dalam perspektif filsafat pendidikan Islam menginginkan pendidikan dibangun atas dasar tauhid yang dapat mengembangkan potensi jasmani dan ruhani secara paralel sehingga melahirkan peserta didik yang memahami dirinya sebagai khalifah di muka bumi. Sedang pendidikan yang ditolak adalah pendidikan yang dibangun atas dasar sekularisme yang mencabut akar-akar keyakinan kepada Allah sehingga menghasilkan peserta didik yang hanya mengagungkan akal dan tidak percaya kepada wahyu (al-Qur’an).  Filsafat Islam memiliki kontribusi besar terhadap berbagai ilmu keislaman dan keilmuan pada umumnya, terutama ilmu pendidikan. Filsafat Islam dapat dijadikan landasan bagi teori-teori pendidikan yang berkembang pada saat ini.

Al-Qur’an dan as-Sunnah memberikan dasar-dasar yang memadai untuk mengembangkan landasan filosofis bagi pendidikan, yang dapat kita sebut sebagai Filsafat Pendidikan Islam. Dalam hal ini pemikiran yang didasarkan pada doktrin-doktrin al-Qur’an dan as-Sunnah tersebut harus mampu diaplikasikan dalam tataran praktis-pragmatis. Secara prinsip, pemikiran keislaman termasuk filsafat pendidikan, harus selalu merujuk kepada al-Qur’an dan as-Sunnah. Meskipun demikian, kedua sumber pokok ini dapat dikembangkan dan sumber tambahan yang diperlukan dan tidak berlawanan bahkan mendukung keduanya dapat dan harus digunakan. 

Pendidikan Islam menjelaskan pengetahuan tentang agama Islam yang meliputi tauhid dan fiqh. Hal ini menekankan penghayatan terhadap tauhid dan kepercayaan dalam islam yang sebenarnya, maka ilmu yang disampaikan harus mengikuti kaidah yang benar dan memudahkan masyarakat terutama pelajar memahami isi kandungan agama Islam. 

Dengan demikian pendidikan menyandang misi keseluruhan aspek kebutuhan hidup dan berproses sejalan dengan dinamikanya hisup sertaperubahan-perubahan yang terjadi. Sebagai akibatnya pendidikan senantiasa mengandung atau menghasilkan pemikiran-pemikiran yang mampu mengembangkan wawasan kajian keislaman dalam peserta didik. 

B. Rumusan Masalah
  1. Bagaimana pengertian filsafat pendidikan Islam dan ilmu-ilmu Islam?
  2. Bagaimana hubungan filsafat pendidikan Islam dengan ilmu-ilmu Islam?


C. Tujuan Penulisan
  1. Untuk mengetahui pengertian filsafat pendidikan Islam dan ilmu-ilmu Islam.
  2. Untuk mengetahui hubungan filsafat pendidikan Islam dengan ilmu-ilmu Islam.



 
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Filsafat Pendidikan Islam dan Ilmu-Ilmu Islam
Kata “filsafat” berasal dari bahasa Inggris dan Yunani. Dalam bahasa Inggris, yaitu philosophy, sedangkan dalam bahasa Yunani philen atau philos artinya cinta dan sofein, shopi atau sophia artinya “kebijaksanaan”. Kata kebijaksanaan dalam bahasa Arab diistilahkan dengan al-hikmah. Oleh karena itu, falsafah adalah al-hikmah.  Menurut Nasution, filsafat adalah berfikir menurut tata tertib (logika) dengan bebas (tidak terikat pada tradisi, dogma dan agama) dan dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai ke dasar-dasar persoalan.  Dengan kata lain, filsafat adalah ilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh hakikat kebenaran segala sesuatu.

Zuhairini mendefinisikan pendidikan agama Islam sebagai usaha-usaha secara sistematis dan pragmatis dalam membantu anak didik supaya mereka hidup sesuai dengan ajaran Islam. Djumberansjah Indar menyebutkan bahwa pendidikan Islam diartikan sebagai usaha menumbuhkan dan membentuk manusia muslim yang sempurna dalam segala aspek yang bermacam-macam yang meliputi aspek kesehatan, akal, keyakinan, kejiwaan, akhlak, kemauan, daya cipta dalam semua tingkat pertumbuhan yang disinari oleh cahaya yang dibawa oleh Islam dengna versi dan metode-metode pendidikan yang ada di antaranya. 

Filsafat pendidikan merupakan titik permulaan dalam proses pendidikan, juga menjadi tulang punggung kemana bagian-bagian yang lain dalam pendidikan itu bergantung dari segi tujuan-tujuan pendidikan, kurikulum pendidikan, metode mengajar, penilaian, administrasi, alat-alat mengajar, dan lain-lain aspek pendidikan yang harus bergantung pada filsafat pendidikan yang memberi arah, menunjuk jalan yang akan dilaluinya dan meletakkan dasar-dasar dan prinsip-prinsip tempat tegaknya. 

Dari pengertian filsafat dan pengertian pendidikan Islam di atas maka akan membantu perumusan filsafat pendidikan Islam. Filsafat pendidikan Islam adalah konsep berfikir tentang pendidikan yang bersumberkan atau berlandaskan ajaran-ajaran agama Islam tentang hakikat kemampuan manusia untuk dapat dibina dan dikembangkan serta dibimbing menjadi manusia muslim yang seluruh pribadinya dijiwai oleh ajaran Islam. Sedangkan al-Syaibani secara jelas mengatakan, filsafat pendidikan Islam adalah pelaksanaan pandangan filsafat dan kajian filsafat dalam bidang pendidikan yang didasarkan pada ajaran Islam. 

Ilmu-Ilmu Islam merupakan segala disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan agama Islam. Secara lengkap ilmu-ilmu agama terdiri dari: 
  1. Al-Qur’an: pembacaan dan penafsirannya (tafsir dan takwil)
  2. Al-Sunnah: kehidupan Nabi, sejarah dan pesan para rasul sebelumnya, hadits dan riwayat-riwayat otoritatifnya
  3. Al-Syariah: undang-undang dan hukum prinsip-prinsip dan praktik-praktik Islam (Islam, iman dan ihsan)
  4. Teologi: Tuhan, esensinya, sifat-sifat dan nama-namanya serta tindakan-tindakan-Nya (tauhid)
  5. Metafisika Islam (al-tasawuf) psikologi: unsur-unsur yang sah dalam filsafat Islam
  6. Ilmu-ilmu linguistik: bahasa arab, tata bahasa, kesusasteraan.



Silahkan bagi anda yang ingin  mengunduh bisa mengunduh file pdf dengan klik tombol dibawah ini

Tinjauan Filosofis Tentang Metode, Lingkungan Dan Kurikulum Pendidikan Islam


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Filsafat pendidikan Islam pada hakikatnya adalah konsep berpikir tentang hakikat kemampuan manusia untuk dibina dan dikembangkan serta dibimbing menjadi manusia muslim yang seluruh pribadinya dijiwai oleh ajaran Islam. Definisi ini memberi kesan bahwa filsafat pendidikan Islam mengkaji tentang berbagai masalah manusia sebagai subjek dan objek pendidikan, kurikulum, metode, lingkungan, guru, dan lain sebagainya. 

Dalam pendidikan Islam, metode mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam upaya mencapai tujuan, karena antara metode kurikulum dan tujuan mengandung relevansi ideal dan operasional dalam pendidikan. Al-Syaibani menjadikan agama (Islam) sebagai asas utama kurikulum pendidikan Islam. Maka segala sistem yang ada dalam masyarakat, termasuk sistem pendidikan, harus meletakkan dasar falsafah, tujuan dan kurikulumnya pada agama Islam termasuk prinsip-prinsip dan ajaran-ajarannya yang bersumber dari al-Qur’an dan hadis. Selain itu, salah satu sistem yang memungkinkan proses pendidikan Islam berlangsung secara konsisten dan berkesinambungan dalam rangka mencapai tujuan adalah institusi atau kelembagaan pendidikan Islam yaitu sebagai bentuk lingkungan dalam pendidikan Islam. 

B. Rumusan Masalah
  1. Bagaimana tinjauan filosofis tentang metode pendidikan Islam?
  2. Bagaimana tinjauan filosofis tentang lingkungan pendidikan Islam?
  3. Bagaimana tinjauan filosofis tentang kurikulum pendidikan Islam?


C.Tujuan Penulisan
  1. Untuk mengetahui tinjauan filosofis tentang metode pendidikan Islam.
  2. Untuk mengetahui tinjauan filosofis tentang lingkungan pendidikan Islam.
  3. Untuk mengetahui tinjauan filosofis tentang kurikulum pendidikan Islam. 



BAB II
PEMBAHASAN

A. Tinjauan Filosofis tentang Metode Pendidikan Islam
Dalam dunia pendidikan, istilah metode secara secara sederhana berarti suatu cara yang harus dilalui untuk menyajikan bahan pelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam proses pendidikan, metode mempunyai peranan yang sangat penting dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Ia membermaknakan materi pelajaran yang tersusun dalam kurikulum pendidikan sedemikian rupa sehingga dapat dipahami oleh peserta didik. 

Metode mengajar sendiri bermakna segala segi kegiatan yang terarah yang dikerjakan oleh guru dalam rangka kemestian-kemestian mata pelajaran yang diajarkannya, ciri-ciri perkembangan murid-muridnya, dan suasana alam sekitarnya dan tujuan menolong murid-muridnya untuk mencapai proses belajar yang diinginkan dan perubahan yang dikehendaki pada tingkah laku mereka. Selanjutnya menolong mereka memperolemaklumat, pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, sikap, minat dan nilai-nilai yang diinginkan. 

Pengklasifikasian metode-metode mengajar menurut Prof. Dr. Omar Mohammad al-Toumy al-Syaibani dapat digolongkan sebagai berikut:

  1. Metode mengajar yang berdasar pada alat-alat dan bahan-bahan yang digunakan, seperti metode kitab, metode perpustakaan, metode laboratorium, dan metode proyek.
  2. Metode-metode yang berdasar pada cara yang diikutinya dalam mengemukakan fakta, seperti metode pprtuturan, metode lukis-lukisan, metode contoh, metode lawatan ilmiah dan pelajaran, metode partisipasi untuk latihan, dan lain-lain.
  3. Metode yang berdasar pada penyusunan mata pelajaran, seperti metode penyusunan masa, metode penyusunan psikologi, metode penyusunan logik, metode penyusunan mengikut perkara, mata pelajaran, unit pelajaran, atau mengikuti masalah kehidupan.
  4. Metode berdasar pada tujuan yang dituju oleh guru, seperti metode nasihat, petunjuk dan bimbingan, metode latihan, metode menikmati dan apresiasi, metode pemikiran, kesimpulan dan analisis, metode penaksiran, dan metode pengembangan pengalaman.
  5. Metode yang berdiri atas tujuan murid, seperti metode penyelesaian masalah, metode proyek.
  6. Metode berdasar pada hubungan timbal balik antara murid dan guru, seperti metode pengangkatan, metode pelajaran terarah, metode proyek yang dipilih dengan bebas.


Silahkan bagi anda yang ingin  mengunduh bisa mengunduh file pdf dengan klik tombol dibawah ini
>> Download <<

Friday, January 31, 2020

Makalah Konsep Islam Tentang Pribadi Muslim



BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Islam adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Sebagai Nabi dan Rasul terakhir untuk menjadi pedoman hidup seluruh manusia hingga akhir zaman. Nabi Muhamma saw. adalah pembawa risalah Islam. Allah mengutus Muhammad saw. dengan berbagai macam tugas pokok, diantaranya yaitu menyempurnakan akhlak. Kepribadian yang ada dalam diri manusia bukanlah sesuatu yang didapatnya dari lahir layaknya karunia. Kepribadian terbentuk karena proses yang terjadi di sekitar kita, ligkungan keluarga, sekolah, sosial, kerja, dan dunia bermain membentuk seperti apa kepribadian seseorang tersebut. Lingkungan yang tidak baik akan membentuk pribadi seseorang menjadi tidak baik pula, begitu pula sebaliknya.

Kepribadian Muslim dapat dilihat dari kepribadian individu dan kepribadian dalam kelompok masyarakat. Kepribadian individu meliputi ciri khas seseorang dalam sikap dan tingkah laku, serta kemampuan intelektual yang dimilikinya. Karena adanya unsur kepribadian yang secara individu, seorang Muslim akan memiliki ciri khas masing-masing. 

B.Rumusan Masalah
1.Bagaimana pengertian konsep Islam tentang pribadi Muslim?
2.Bagaimana konsep Islam tentang pribadi Muslim?
3.Bagaimana kriteria Muslim yang baik?

C.Tujuan Penulisan
1.Untuk mengetahui pengertian konsep Islam tentang pribadi Muslim.
2.Untuk mengetahui konsep Islam tentang pribadi Muslim.
3.Untuk mengetahui kriteria Muslim yang baik.

 
BAB II
PEMBAHASAN

A.Pengertian Konsep Islam tentang  Pribadi Muslim
Secara etimologi, kepribadian berasal dari kata “pribadi” yang berarti manusia sebagai perseorangan, keseluruhan sifat yang yang merupakan watak manusia, keadaan manusia sebagai perseorangan. Secara terminologi, kepribadian adalah ciri atau karakteristik atau gaya atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari bentukan-bentukan yang diterima dari lingkungan, misalnya, keluarga masa kecil, dan juga bawaan seseorang sejak lahir.  Kepribadian itu sendiri ternyata dapat dibentuk maka dengan usaha-usaha yang sistematis dan berencana, kita dapat mengusahakan terbentuknya kepribadian yang kita harapkan sebab kepribadian bukan terjadi dengan serta merta, akan tetapi terbentuk melalui proses kehidupan yang panjang.  

Kemudian kata kepribadian ditambah dengan Muslim, sehingga menjadi kepribadian Muslim. Kepribadian Muslim sendiri berarti kepribadian yang menunjukkan tingkah laku luar, kegiatan-kegiatan jiwa, dan kepercayaan orang Islam. Dengan kata lain, kepribadian Muslim adalah tingkah laku seorang Muslim yag dimiliki oleh seseorang dan menjadi ciri khas kepribadian yang membedakan seseorang tersebut dengan orang lain, karena sikap dan tingkah lakunya menunjukkan pengabdian kepada Tuhan, penyerahan diri kepada-Nya. 

B.Konsep Islam tentang Pribadi Muslim
1.Konsep tentang individualitas manusia
Secara individu pribadi Muslim mencerminkan ciri khas yang berbeda. Ciri khas tersebut diperoleh berdasarkan potensi bawaan. Dengan demikian secara potensi (pembawaan) akan dijuampai adanya perbedaan kepribadian antara seorang Muslim dan Muslim lainnya. Namun perbedaan itu terbatas pada seluruh potensi yang mereka miliki, berdasarkan faktor pembawaan masing-masing meliputi aspek jasmani dan rohani. Pada aspek jasmani seperti perbedaan bentuk fisik, warna kulit, dan ciri-ciri fisik lainnya. Sedangkan pada aspek rohaniah seperti sikap mental, bakat, tingkat kecerdasan, maupun sikap emosi. 

Latar belakang penciptaan manusia menunjukkan bahwa secara fitrah manusia memiliki roh sebagai bahan baku yang sama. Kepribadian secara utuh hanya mungkin dibentuk melalui pengaruh lingkungan, khusunya pendidikan. Adapun sasaran yang dituju dalam pembentukan kepribadian ini adalah kepribadian yang dimiliki akhlak yang mulia. Tingkat kemuliaan akhlak erat kaitannya dengan tingkat keimanan. Sebab Nabi mengemukakan “Orang mukmin paling sempurna imannya, adalah orang mukmin yang baik akhlaknya.”



Silahkan bagi anda yang ingin  mengunduh bisa mengunduh file pdf dengan klik tombol dibawah ini.
>> Download <<

Makalah Islam Universal Dan Islam Lokal Dalam Proses Pendidikan Islam



BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Kemampuan Islam adalah agama terakhir yang diturunkan Allah SWT kepada manusia melalui Rasul-Nya Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul penutup atas kenabian sebelumnya. Islam  hadir  ke tengah-tengah umat manusia   yang  waktu   itu  sangat   membutuhkan  pegangan   hidup  dan  alat kontrol  bagi  diri  mereka.  Islam hadir dalam kerangka universalisme yang mengandung   pengertian bahwa Islam dapat sesuai dengan semua karakteristik orang di setiap tempat dan waktu.

Pandangan Islam tentang pendidikan dapat dirumuskan bahwa belajar merupakan perintah utama dari agama Islam, tercermin pada ayat yang pertama kali turun surat al ‘Alaq 1-4. artinya: Bacalah dengan nama tuhanmu yang telah menciptakan, yakni telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah dengan nama tuhanmu yang Maha Mulia, yang telah mengajarkan dengan pena, yakni telah mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.. Oleh karena itu dalam makalah ini akan membahas lebih jelas mengenai Islam universal dan lokal dalam proses pendidikan.

B.Rumusan Masalah
1.Bagaimana pengertian Islam universal dan Islam lokal?
2.Bagaimana proses pendidikan Islam universal?
3.Bagaimana proses pendidikan Islam lokal?

C.Tujuan Penulisan
1.Untuk mengetahui. Islam universal dan Islam lokal.
2.Untuk mengetahui proses pendidikan Islam universal.
3.Untuk mengetahui proses pendidikan Islam lokal.



BAB II
PEMBAHASAN

A.Pengertian Islam Universal dan Islam Lokal
Istilah universalisme berasal dari bahasa latin, universum yang berarti “alam semesta” atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai the universe. Kata ini   dibentuk   dari kata   sifatt   universalis   yang berarti   “umum,   mencakup semua,   dan   menyeluruh”.   Dalam   bahasa   Inggris,   kata   latin universalis menjadi universal. Kata universal ini dapat berarti konsep umum yang dapat diterapkan   pada   kenyataan,   misalnya   konsep   kemanusiaan   yang   dapat diterapkan pada setiap manusia apapun status sosial, warna kulit, ras, dan agamanya.

Maksud  universalisme  dalam  Islam  adalah  umat  Islam  itu  utuh  dan merupakan satu kesatuan walaupun berbeda-beda suku, bangsa dan bahasa. Ataupun bisa dikatakan umat Islam mempunyai prinsip universal dimana tidak   ada   batas-batas   antara   negara,   suku   dan   bahasa. Islam   tidak membedakan warna kulit, bahasa, bangsa, pangkat, derajat. Inti ajaran Islam bukanlah terletak pada kesukuan atau leluhur, melainkan keesaan Allah SWT (tauhid)   suatu   implikasi   yang sangat penting   dari ajaran   tauhid tersebut adalah kesatuan umat manusia. Di segi hukum, ke universalan Islam itu juga terlihat pada prinsip-prinsip hukum yang dimiliknya. Berdasarkan prinsip kesatuan umat manusia tersebut, hukum Islam memberikan jaminan dan perlindungan terhadap setiap orang, tanpa diskriminansi. 

Universalisme Islam (Syumuliyatul Islam)  adalah sebuah  prinsip bahwa agama   Islam adalah   risalah   abadi   yang  berlaku   sepanjang   jaman  dalam kehidupan manusia di muka bumi ini, risalah yang tetap relevan dan menjadi rahmat kepada seluruh pelosok bumi bahkan seluruh alam serta risalah yang harus menjadi pedoman (way of live) bagi seluruh dimensi kehidupan umat manusia di dunia dan akhirat. Universalisme   Islam menuntut   umat   Islam untuk   merealisasikan seluruh ajaran Islam dalam semua aspek kehidupannya, sehingga keIslaman seseorang bukan keIslaman yang parsial dan temporal, akan tetapi keIslaman yang sesungguhnya adalah beriman dan mengaktualisasikan seluruh ajaran Islam secara utuh dalam kehidupannya.

Lokal adalah suatu hal yang berasal dari daerah sendiri. Kata lokal sangat sering diucapkan masyarakat namun pengartiannya beragam. Sedangkan Islam lokal secara sederhana dapat diartikan Islam yang bercampur kebudayaan lokal. Dalam sejarah manusia seluruh dunia dan pada setiap zaman, agama adalah sesuatu yang terus mengalami perubahan. Hal demikian ini dikarenakan agama tidaklah lahir dari sebuah realitas yang hampa, tetapi ia (agama) hadir dalam masyarakat yang telah mempunyai nilai-nilai. Pertemuan antara Islam dan budaya Indonesia yang notabene mempuyai budaya dan kultur yang berlainan antar suku bangsa, misalnya telah menjadikan Islam Indonesia mempunyai banyak wajah.



Silahkan anda yang ingin mengunduh file pdf bisa klik tombol dibawah ini.
>> Download <<

Sunday, January 26, 2020

Makalah Tujuan Pendidikan Dan Tujuan Risalah



BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Ilmu pengetahuan merupakan suatu hal yang penting bagi kehidupan manusia, ilmu pengetahuan sangat penting untuk menjaga kelanjutan dan  mempertahankan kehidupan. Allah swt. membekali manusia dengan ilmu pengetahuan bertujuan untuk mengatur dan mengolah bumi untuk kepentingan seluruh umat manusia bahkan juga untuk kepentingan yang lainnya seperti flora dan fauna guna menjaga keseimbangan antar sesama makhluk ciptaan Tuhan. Ilmu pengetahuan dijadikan sebagai salah satu modal yang utama untuk mengolah dan menjaga sunber daya alam yang ada, agar manusia dapat lebih mengembangkan potensinya dalam mengenal dan mengabdikan dirinya kepada Allah swt.

Untuk mewujudkan manusia memiliki ilmu pengetahuan, maka disini di perlukan sebuah usaha pentransferan ilmu pengetahuan dari yang lebih tahu kepada yang tidak tahu, usaha tersebut dalam dunia pembelajaran disebut pendidikan. Dalam makalah ini penulis akan menjelaskan bagaimana tujuan pendidikan dan tujuan pendidikan menurut sudut pandang agama Islam.

B.Rumusan Masalah
1.Bagaimana tujuan pendidikan?
2.Bagaimana tujuan risalah?

C.Tujuan Penulisan
1.Untuk mengetahui tujuan pendidikan.
2.Untuk mengetahui tujuan risalah.



BAB II
PEMBAHASAN
A.Tujuan Pendidikan
Dijelaskan dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) tahun 1993, bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif dan terampil, berdisiplin, beretos kerja, profesional, bertanggung jawab dan produktif serta sehat jasmani dan rohani. 

Dasar kehidupan adalah pandangan hidup. T.S. Eliot mengemukakan bahwa tujuan pendidikan harus diambil dari pandangan hidup.  Tujuan pendidikan sebenarnya telah terkandung dalam pengertian pendidikan. Menurut Syaikh Muhammad Al-Naquib Al-Atta, pendidikan dalam arti Islam adalah sesuatu yang khusus hanya untuk manusia. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pendidikan Islam secara filosofis seyogjanya memiliki konsepsi yang jelas dan tegas mengenai manusia. Bahwa pendidikan dalam Islam hanya untuk manusia. Muhammad Munir Mursi menyebutnya dengan istilah “insan kamil”. Insan kamil tidak hanya berdimensi vertikal saja, tetapi juga memiliki dimensi horizontal. Pendidikan dalam kerangka ini merupakan proses upaya manusia untuk mengembangkan segenap potensi, baik jasmani (hominisasi) maupun rohaninya (humanisasi) agar menjadi pribadi yang serba seimbang, sebagai warga negara yang baik, dan siap untuk menerima dan melestarikan serta mengembangkan budaya bangsa (sosialisasi).  Dalam kehidupan sehari-hari, indikasi tercapainya tujuan pendidikan Islam adalah kemampuan bergaul manusia satu dengan manusia lain dengan baik dan benar serta mengamalkan amar makruf nahi munkar kepada sesama manusia.  Sementara itu Al-Abrasyi berpendapat bahwa manusia dibentuk oleh pendidikan Islam adalah manusia yang mencapai akhlak sempurna.

Tujuan pendidikan Islam dapat disistematisasikan melalui uraian sebagai berikut:
1.Terwujudnya insan akademik yang beriman dan bertakwa kepada Allah swt.
2.Terwujudnya insan kamil yang berakhlak mulia.
3.Terwujudnya insan muslim yang berkepribadian.
4.Terwujudnya insan yang cerdas dalam mengaji dan mengkaji ilmu pengetahuan.
5.Terwujudnya insan yang bermanfaat untuk kehidupan orang lain.
6.Terwujudnya insan yang sehat jasmani dan rohani.

7.Terwujudnya karakter muslim yang menyebarkan ilmunya kepada sesama manusia. Bahwa pendidikan Islam adalah pengembangan peserta didik dalam kaitannya dengan proses belajar dan mengajar atau transfer ilmu pendidikan yang kebenarannya bernilai universal. Pendidikan Islam yang dikembangkan bertujuan memahami Alquran dan Sunnah serta merealisasikannya secara ilmiah dalam kehidupan akademik dan kehidupan sosial sebagai usaha melestarikan keilmuan Islam. 


Silahkan anda bisa mengunduh file pdf dengan klik tombol dibawah ini.
>> Download <<