Showing posts with label Sejarah Pendidikan Islam. Show all posts
Showing posts with label Sejarah Pendidikan Islam. Show all posts

Monday, January 20, 2020

Makalah Kondisi Objektif Pendidikan Islam Kontemporer




BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Balakang
Pendidikan Islam saat ini, dihadapkan pada berbagai perkembangan yang meniscayakan untuk melakukan perubahan dan perbaikan sehingga mampu melakukan penyesuaian terhadap perubahan tersebut. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) menjadi tantangan bagi pendidikan Islam, terutama dalam menghadapi era globalisasi yang telah mampu mengsistematiskan jarak dan waktu antar berbagai negara dalam pertukaran informasi dan pengetahuan, khususnya dalam bidang pendidikan Islam.

Sebenarnya dalam pendidikan Islam itu sendiri sudah dijelaskan dalam al- Qur’an dan hadits, namun masih sangat dibutuhkan pengembangannya dari berbagai aspek. Sadar atau tidak berkembangnya pendidikan modern saat ini tidak lepas dari pendidikan Islam itu sendiri, karena pendidikan Islam itu selalu membahas dan mengkaji tentang topik-topik terhangat tentang pendidikan. Pendidikan Islam sebagai suatu disiplin ilmu telah diakui menjadi salah satu bidang studi dan telah menarik minat kalangan pembelajaran untuk mengkajinya lebih serius, tetapi sebagai sebuah bidang studi yang masih baru tampaknya disiplin ilmu ini belum pesat perkembangannya dibandingkan dengan sejumlah bidang studi lainnya. Walaupun begitu, potret pendidikan Islam sesungguhnya bisa dipaparkan dalam berbagai perspektif, misalnya dari perspektif pembaharuan dan pendidikan Islam kontemporer khususnya di Indonesia.

B.Rumusan Masalah
1.Bagaimana pendidikan Islam kontemporer?
2.Bagaimana kondisi objektif pendidikan Islam kontemporer?

C.Tujuan Penulisan
1.Untuk mengetahui pengertian pendidikan Islam kontemporer.
2.Untuk mengetahui kondisi objektif pendidikan Islam kontemporer.



BAB II
PEMBAHASAN
A.Pendidikan Islam Kontemporer
1.Pengertian Pendidikan Islam Kontemporer
Pendidikan Islam mempunyai sejarah yang panjang. Dalam pengertian besarnya, pendidikan Islam berkembang seiring dengan kemunculan Islam itu sendiri. Dalam kerangka masyarakat Arab, di mana masyarakat Arab sebelum Islam pada dasarnya tidak mempunyai sistem pendidikan formal. Oleh sebab itu, Islam pertama kali berkembang dan kehadiran Islam lengkap dengan usaha-usaha pendidikan untuk tidak menyebut sistem merupakan transformasi yang besar. 

Pendidikan Islam adalah pendidikan yang dipahami dan dikembangkan dari ajaran dan nilai-nilai fundamental yang terkandung dalam sumber dasarnya yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah.  Menurut Mohammad Hamid an-Nasyir dan Kulah Abd Al-Qadir Darwis mendefinisikan pendidikan Islam sebagai proses pengarahan perkembangan manusia (ri’ayah) pada sisi jasmani, akal, bahasa, tingkah laku, kehidupan sosial dan keagamaan yang diharapkan pada kebaikan menuju kesempurnaan.



Silahkan bisa mengunduh file pdf dengan klik tombol dibawah ini.

Saturday, January 18, 2020

Makalah Islamisasi Pendidikan Umum Dan Sains



BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang 
Islam pada abad pertengahan pernah mencapai puncak peradaban. Terbentang dari Andalusia sampai negeri Cina itulah kekuasaan Islam. Semakin banyak daerah kekuasaan Islam, semakin banyak pula Islam bersenTuhan dengan peradaban selain Arab. Disinilah Islam menggunakan momen untuk menggali ilmu dari setiap daerah yang dikuasainya. Khalifah al-Ma’mun dengan seriusnya membangun Bait al-Hikmah, yaitu semacam perpustakaan yang menggunakan literature-literatur keilmuan dar berbagai tempat. Pada zaman Abasiyyah, ilmu penegetahuan berkembang cepat. Banyak saintifis Islam bermunculan. 

Semangat umat Islam dalam menuntut ilmu ini tak lain karena Muhamad saw. sendiri pernah bersabda, “tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina”, “tuntutlah ilmu dari lahir sampai liang lahat.” Inilah sebuah perkataan yang menggugah umat Islam untuk mencari ilmu dimanapun dan kapanpun. Tak hayal, umat Islam mampu menyerap ilmu dari berbagai sumber kemudian diwarnai dengan keislaman. Dari sini penulis akan membahas bagaimana umat ilam mampu mengIslamkan sains dan pengetahuan umu. 

B.Rumusan Masalah 
1.Bagaimana pengertian Islamisasi pendidikan umum dan sains?
2.Bagaimana proses Islamisasi pendidikan umum dan sains?

C.Tujuan Penulisan 
1.Untuk mengetahui penetian Islamisasi pendidikan umum dan sains.
2.Untuk mengetahui proses Islamisasi pendidikan umum dan sains. 
 


BAB II
PEMBAHASAN

A.Pengertian Islamisasi Pendidikan Umum dan Sains
Islamisasi secara bahasa adalah pengislaman, bisa juga pengislaman dunia, serta proses penyebaran dan pengembangan agama Islam. Dalam bidang pendidikan Islamisasi didefinisikan sebagai memasukkan disiplin ilmu ke dalam kurikulum secara prespektif Islam.  Islamisasi adalah untuk mengembangkan kepribadian Muslim yang sebenarnya sehingga menambah keimanan kepada Allah swt, dan dengan Islamisasi tersebut akan terlahirlah keamanan, kebaikan, keadilan dan kekuatan iman. Secara umum, Islamisasi dimaksudkan untuk memberikan respon positif terhadap realitas ilmu pengetahuan modern yang sekularistik dan Islam yang terlalu religius, dalam model pengetahuan baru yang utuh dan integral tanpa pemisahan diantranya. 

Islamisasi adalah upaya untuk menghubungkan kembali ilmu pengetahuan dengan agama, yang berarti menghubungkan kembali sunnatullah (hukum alam) dengan Alquran yang keduanya pada hakikatnya merupakan ayat-ayat Tuhan. Sedangkan menurut Ismail Raji al-Faruqi memberikan definisi Islamisasi adalah mengIslamkan displin-displin ilmu, atau tepatnya menghasilkan referensi-referensi pegangan (buku dasar) dalam dunia pendidikan dengan menuangkan kembali displin-displin ilmu modern dalam wawasan keislaman, setelah dilakukan kajian kritis terhadap kedua sistem pengetahuan, yaitu Islam dan Barat. 



Silahkan bisa mengunduh file pdf dengan klik tombol dibawah ini.

Friday, January 17, 2020

Makalah Pesantren dan Madrasah Modern



BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Pendidikan Islam lahir sejak kejadian turunnya wahyu pertama oleh Allah kepada Nabi Muhammad melalui malaikat jibril yang berlangsung di gua Hira. Pendidikan Islam pada masa kepemimpinan Nabi Muhammad disebarkan dengan cara sembunyi-sembungi dan terang-terangan. Awal keberadaan Islam, Nabi Muhammad menggunakan metode sembunyi-sembunyi karena pada saat itu Islam masih mendapat banyak pertentangan dari kafir Quraisy. Namun setelah perjuangan Nabi Muhammad dan para Sahabat, dakwah pendidikan Islam dapat dilaksanakan secara terang-terangan dengan cakupan yang lebih luas. Perkembangan penyebaran pendidikan Islam terus mengalami pasang-surut seiring bergantinya kepemimpinan Islam.

Selanjutnya, pendidikan Islam juga mulai tersebar ke penjuru Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang dibawa oleh orang dari Gujarat dan sebagian negara di Timur Tengah yang nantinya merekalah penguat Islam di Indonesia. Pada masa itu pula, penyebaran Islam dan dakwahnya terus diperkuat oleh Walisongo. Pendidikan Islam terus mengalami perkembangan, dari pesantren dan madrasah tradisional hingga pesantren dan madrasah modern.

B.Rumusan Masalah
1.Bagaimana pengertian pesantren dan madrasah modern?
2.Bagaimana sejarah terbentuknya pesantren dan madrasah modern?
3.Bagaimana sistem pendidikan pesantren dan madrasah modern?

C.Tujuan Penulisan
1.Untuk mengetahui pengertian pesantren dan madrasah modern.
2.Untuk mengetahui sejarah terbentuknya pesantren dan madrasah modern.
3.Untuk mengetahui sistem pendidikan pesantren dan madrasah modern.



BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Pesantren dan Madrasah Modern
1.Pengertian Pesantren Modern
Istilah pesantren berasal dari kata santri, dengan awalan pe dan akhiran an yang berarti tempat tinggal para santri. Prof John berpendapat bahwa istilah santri berasal dari bahasa Tamil yang berarti guru mengaji. Sedangkan C.C. Berg berpendapat bahwa istilah tersebut berasal dari kata shastri yang dalam bahasa India berarti orang yang tahu buku-buku suci agama Hindu atau seorang sarjana ahli kitab suci agama Hindu. Kata shastri berasal dari kata shastra yang berarti buku-buku suci, buku-buku agama atau buku-buku tentang pengetahuan.  Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang tertua di Indonesia, setelah rumah tangga. 

Frasa pondok pesantren merupakan dua kata yang saling berkaitan dan mempunyai tujuan yang sama sebagai tempat tinggal sementara untuk belajar agama Islam. Kata pondok berasal dari bahasa Arab funduq yang berarti ruang tidur, wisma, hotel sederhana. Secara terminologis, pondok pesantren merupakan institusi sosial keagamaan yang menjadi wahana pendidikan bagi umat Islam yang ingin mendalami ilmu-ilmu keagamaan. Pondok pesantren dalam terminologi keagamaan merupakan institusi pendidikan Islam, namun demikian pesantren mempunyai icon sosial yang memiliki pranata sosial di masyarakat. Hal tersebut karena pondok pesantren memiliki modalitas sosial yang khas, yaitu ketokohan Kyai, santri, independen dan mandiri serta jaringan sosial yang kuat antar alumni pondok pesantren.



Silahkan bisa mengunduh file pdf dengan klik tombol dibawah ini.

Perkembangan Madrasah di Indonesia




BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Pendidikan Islam termasuk masalah sosial, sehingga dalam kelembagaannya tidak terlepas dari lembaga-lembaga sosial yang ada. Lembaga disebut juga institusi atau pranata, sedangkan lembaga sosial adalah suatu bentuk organisasi yang tersusun relatif atas pola-pola tingkah laku, peranan-peranan dan relasi-relasi yang terarah dalam mengikat individu yang mempunyai otoritas formal dan sanksi hukum, guna tercapainya kebutuhan-kebutuhan sosial dasar.

Sedangkan yang dimaksudkan lembaga pendidikan Islam adalah wadah atau tempat berlangsungnya proses pendidikan Islam yang bersamaan dengan proses pembudayaan.dan proses tersebut dimulai dari lingkungan keluarga. 

Setelah merdeka, pendidikan Islam mulai mendapat kedudukan yang sangat penting dalam sistem pendidikan nasional. Selain itu, pendidikan agama di sekolah mendapat tempat yang teratur, saksama, dan penuh perhatian. Pendidikan Islam setahap demi setahap dimajukan. Upaya ini merupakan usaha untuk menata diri di tengah-tengah realitas sosial modern dan kompleks.

Sekolah agama termasuk madrasah, ditetapkan sebagai model dan sumber pendidikan nasional yang berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945. Dengan demikian, pendidikan Islam terus ditingkatkan. Tuntutan untuk mendirikan perguruan tinggi pun meningkat. 

B.Rumusan Masalah
1.Bagaimana pengertian madrasah?
2.Bagaimana sejarah kemunculan madrasah di Indonesia?
3.Bagaimana perkembangan madrasah di Indonesia?

C.Tujuan Penulisan
1.Untuk mengetahui pengertian madrasah.
2.Untuk sejarah kemunculan madrasah di Indonesia.
3.Untuk mengetahui perkembangan madrasah di Indonesia.
 


BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Madrasah
Kata madrasah diambil dari kata “darasa” yang berarti belajar. Dengan pengertian terminologi, istilah madrasah sering diindentikkan dengan istilah sekolah atau semacam bentuk perguruan yang dijalankan oleh sekelompok atau institusi umat Islam, sebagaimana dalam undang-undang sistem pendidikan bahwa madrasah (MI, MTS, dan MA) adalah sekolah umum berciri khas Islam.  Dalam bahasa Indonesia madrasah disebut dengan sekolah yang berarti bangunan atau lembaga untuk belajar dan memberi pengajaran. 

Madrasah mengandung arti tempat atau wahana anak mengenyam proses pembelajaran. Maksudnya adalah di madrasah inilah anak menjalani proses belajar secara terarah, terpimpin, dan terkendali. Dengan demikian, secara teknis madrasah menggambarkan proses pembelajaran secara formal yang tidak beda dengan sekolah. Hanya dalam lingkup kultural, madrasah ini mempunyai konotasi spesifik. Yakni sebagai lembaga pendidikan yang dalam proses pembelajaran dan pendidikannya menitik beratkan pada persoalan agama. 

Kata madrasah yang secara harfiah identik dengan sekolah agama, lambat laun sesuai dengan perjalanan peradaban bangsa mengalami perubahan dalam materi pelajaran yang diberikan pada anak didiknya, madrasah dalam kegiatan pembelajarannya mulai menambahkan dengan mata pelajaran umum yang tidak melepaskan diri dari makna asalnya yang sesuai dengan ikatan budayanya, yakni budaya Islam. 



Silahkan bisa mengunduh file pdf dengan klik tombol dibawah ini.

Thursday, January 16, 2020

Makalah Pesantren di Indonesia




BAB I
PENDAHULUAN 
A.Latar Belakang
Indonesia sebagai salah satu negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam, ternyata memiliki sebuah sistem pendidikan yang khas dan unik bernama pesantren. Dikatakan khas karena pendidikan model pesantren ini hanya berkembang pesat di Indonesia, sementara di negara lain akan sulit ditemukan model pendidikan pesantren ini. Sedangkan yang dimaksud unik, karena pesantren memiliki karakteristik khusus yang tidak dimiliki secara lengkap oleh sekolah-sekolah umum, seperti kyai, santri, pondok, kitab kuning, dan masjid. Selain kekhasan serta keunikan tersebut, ternyata pesantren juga merupakan pendidikan Islam asli produk Indonesia. Bahkan ada yang mengatakan bahwa pesantren itu adalah “bapak”-nya pendidikan Islam di Indonesia.
Pesantren memiliki banyak kelebihan atau keunikannya sehingga sangat menarik apabila dibahas mulai dari sejarah kemunculannya hingga masa-masa perkembangannya. Sebab, dengan mengetahui perjalanan sejarahnya seperti itu, maka akan mudah menggambarkan sejauhmana peranan atau sumbangan yang telah diberikan pesantren terhadap sistem pendidikan nasional Indonesia selama ini.

B.Rumusan Masalah
1.Bagaimana asal usul pesantren di Indonesia? 
2.Bagaimana pertumbuhan dan kelembagaan pesantren di Indonesia?
3.Bagaimana karakteristik pesantren di Indonesia?

C.Tujuan Penulisan 
1.Untuk mengetahui asal usul pesantren di Indonesia. 
2.Untuk mengetahui pertumbuhan dan kelembagaan pesantren di Indonesia. 
3.Untuk mengetahui karakteristik pesantren di Indonesia.  



BAB II
PEMBAHASAN
A.Asal Usul Pesantren di Indonesia
Secara etimologi perkataan pesantren berasal dari akar kata santri dengan awalan “pe” dan akhiran “an” berarti “tempat tinggal santri”. Selain itu, asal kata pesantren terkadang dianggap gabungan dari kata “sant” (manusia baik) dengan suku kata “ira” (suka menolong), sehingga kata pesantren dapat berarti tempat pendidikan manusia baik-baik.  Sedangkan pondok berasal dari bahasa Arab “funduq”, yang berarti pesanggahan atau penginapan bagi para musafir. 

Menurut Mastuhu, kapan pesantren pertama didirikan, dimana dan oleh siapa, tidak dapat diperoleh keterangan yang pasti. Dari hasil pendapatan yang dilakukan oleh Departemen Agama pada tahun 1984-1985. Sebelum tahun 60-an, pusat-pusat pendidikan tradisional jawa dan madura lebih dikenal dengan sebutan pondok.    

Di kalangan ahli terdapat perselisihan pendapat dalam meyebutkan pendiri pesantren pertama kali. Sebagian mereka menyebutkan Syaikh Maulana Malik Ibrahim, yang dikenal dengan Syaikh Maghribi di Gresik. sebagai pendiri pondok pesantren yang pertama di Jawa. Muh. Said dan Junimar Affan menyebut Sunan Ampel atau Raden Rahmat sebagai pendiri pesantren pertama di Kembang Kuning Surabaya. Bahkan Kiai Machrus Aly menginformasikan bahwa disamping Sunan Ampel (Raden Rahmat) Surabaya, ada ulama yang menganggap Sunan Gunung Jati (Syaikh Syarif Hidayatullah) di Cirebon sebagai pendiri pesantren pertama, sewaktu mengasingkan diri bersama pengikutnya dalam khalwat, beribadah secara istiqomah untuk ber-taqarrub kepada Allah.  



Silahkan bisa mengunduh file pdf dengan klik tombol dibawah ini.

Makalah Bentuk Lembaga Pendidikan Islam



BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Pendidikan Islam dikenal sejak zaman Nabi sampai sekarang. Pendidikan Islam di Indonesia telah berlangsung sejak masuknya Islam ke Indonesia. Hakikat pendidikan adalah pembentukan manusia kearah yang dicita-citakan. Dengan demikian pendidikan Islam adalah proses pembentukan manusia kearah yang sesuai dengan ajaran agama Islam dengan berpedoman al-Qur’an dan hadis.  

Lembaga pendidikan Islam sendiri merupakan institusi, badan atau yayasan yang dibentuk untuk keperluan pendidikan dan sarana menanamkan nilai-nilai agama Islam. Lembaga pendidikan saat ini sangat mutlak keberadaannya bagi kelancaran proses pendidikan, khususnya di Indonesia. Apalagi lembaga pendidikan itu dikaitkan dengan konsep Islam, lembaga pendidikan Islam merupakan suatu wadah dimana  pendidikan dalam ruang lingkup keIslaman melaksanakan tugasnya demi tercapainya cita-cita umat Islam. 

Masjid atau langgar, pondok pesantren dan madrasah merupakan lembaga-lembaga pendidikan Islam, yang memiliki peranan penting yaitu mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, berakhlak mulia dan memiliki aqidah Islam yang kuat. Dengan adanya lembaga pendidikan Islam manusia dapat mengamalkan hal-hal yang baik sesuai dengan syariat agama Islam.

B.Rumusan Masalah
1.Bagaimana bentuk lembaga pendidikan masjid atau langgar?
2.Bagaimana bentuk lembaga pendidikan pesantren?
3.Bagaimana bentuk lembaga pendidikan madrasah?

C.Tujuan Penulisan
1.Untuk mengetahui bentuk lembaga pendidikan masjid atau langgar.
2.Untuk mengetahui bentuk lembaga pendidikan pesantren.
3.Untuk mengetahui bentuk lembaga pendidikan madrasah.



BAB II
PEMBAHASAN

A.Lembaga Pendidikan Masjid atau Langgar
Secara harfiah masjid diartikan sebagai tempat duduk atau setiap tempat yang dipergunakan untuk ibadah. Masjid adalah tempat salat berjamaah atau tempat salat untuk umum (orang banyak).
Masjid memegang peranan penting dalam penyelenggaraan pendidikan Islami. Karena itu masjid atau langgar merupakan sarana yang pokok dan mutlak bagi perkembangan masyarakat Islam. Pada dasarnya masjid atau langgar mempunyai fungsi yang tidak terlepas dari kehidupan keluarga. Sebagai lembaga pendidikan, berfungsi sebagai penyempurna pendidikan keluarga, agar selanjutnya mampu melaksanakan tugas-tugas hidup dalam masyarakat dan lingkungannya. Pada mulanya pendidikan di masjid atau langgar, dalam arti sederhana dapat dikatan sebagai lembaga pendidikan formal sekaligus lembaga pendidikan sosial.   

Pendidikan di masjid atau langgar dimulai dari mempelajari abjad huruf Arab atau kadang-kadang langsung mengikuti guru dalam menirukan ayat-ayat yang telah dibaca dari al-Qur’an. Pendidikan di masjid atau langgar dikelola oleh seorang petugas disebut amil, modil atau lebai (Sumatra) yang mempunyai tugas ganda, yaitu memberikan doa pada waktu upacara keluarga atau desa dan berfungsi sebagai guru. Pelajaran biasanya diberikan pada pagi atau petang hari selama satu sampai dua jam. Pelajaran memerlukan waktu selama beberapa bulan, tetapi pada umumnya sekitar satu tahun.

Oleh karena itu, implikasi masjid sebagai lembaga pendidikan Islam adalah sebagai berikut:
1.Mendidik anak untuk tetap  beribadah kepada Allah swt.
2.Menanamkan rasa cinta kepda ilmu pengetahuan, solidaritas sosial serta menyadarkan hak-hak dan kewajiban-kewajibannya sebagai insan, pribadi, sosial dan warga negara.
3.Memberi rasa ketentraman, kekuatan dan kemakmuran potensi-potensi rohani manusia melalui pendidikan, kesabaran, keberanian, kesadaran, perenungan, optimisme dan pengadaan penelitian. 




Silahkan bisa mengunduh file pdf dengan klik tombol dibawah ini.